Batam | Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar mulai pekan depan. Lebih dari 200 ribu siswa dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK akan mengikuti program bertajuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dimulai pada pekan kedua tahun ajaran baru 2025/2026.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan dasar anak-anak sekaligus menanamkan pola hidup sehat sejak usia dini.
“Anak-anak sudah mulai masuk sekolah, jadi program ini akan segera berjalan, kemungkinan minggu ini atau paling lambat minggu depan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, tinggal menyesuaikan dengan kesiapan sekolah dan puskesmas setempat,” ujar Didi, Senin (14/7).
Berbeda dari pemeriksaan biasa, CKG tidak hanya ditujukan kepada siswa baru, tetapi mencakup seluruh pelajar aktif di Kota Batam. Fokus utama program ini adalah upaya promotif dan preventif melalui skrining awal terhadap potensi gangguan kesehatan yang sering luput dari perhatian.
Jenis pemeriksaan yang dilakukan antara lain pengukuran tinggi dan berat badan, tes kesehatan mata dan telinga, pemeriksaan gigi dan mulut, hingga pengecekan kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia. Tak hanya itu, evaluasi kebersihan diri seperti kondisi kulit, rambut, dan kuku juga menjadi bagian dari pemeriksaan. Untuk siswa PAUD dan kelas rendah SD, akan ada skrining tumbuh kembang sebagai langkah deteksi dini.
“Fokus kami adalah status gizi, kebersihan pribadi, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ini bukan pengobatan, tapi langkah awal untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius,” jelasnya.
Dengan jumlah pelajar yang diperkirakan mencapai lebih dari 200 ribu anak, Dinkes menggandeng seluruh puskesmas dan tenaga kesehatan di tiap kecamatan, serta didukung penuh oleh Dinas Pendidikan Batam.
“Target kami jelas: semua pelajar terlayani. Kesehatan adalah fondasi utama agar anak-anak bisa tumbuh optimal dan siap belajar dengan baik,” tegas Didi.
Ia juga berharap program ini mampu membangun kesadaran kolektif, baik dari siswa maupun orang tua, tentang pentingnya menjaga kesehatan secara rutin. Apalagi lingkungan sekolah yang padat kerap menjadi titik rawan penularan penyakit jika tidak ditangani dengan baik.





