Batam | Manggala Agni Daops Sumatera VIII/Batam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring kondisi cuaca ekstrem kering yang melanda wilayah Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam.
Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan lahan dan vegetasi berada dalam kondisi sangat kering dan mudah terbakar. Situasi tersebut diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang, sehingga api berpotensi cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VIII/Batam, Patris Lumumba, mengatakan pihaknya terus melakukan patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan dini karhutla.
“Kami selalu menyampaikan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar, serta tidak membakar sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan,” ujarnya, Selasa (10/2)
Patris menjelaskan, kondisi cuaca saat ini tergolong sangat kering karena sudah cukup lama tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Kondisi kita saat ini sangat kering. Sudah kurang lebih satu bulan tidak turun hujan dengan skala besar. Tingkat kekeringan di wilayah Kepulauan Riau sangat tinggi,” katanya.
Ia menegaskan, sumber api kecil sekalipun dapat memicu kebakaran besar apabila berada di sekitar lahan yang dipenuhi bahan mudah terbakar seperti ilalang dan semak kering.
“Puntung rokok yang dibuang di pinggir jalan dekat lahan yang ada ilalang atau bahan bakaran, itu potensi terbakarnya sangat tinggi,” jelasnya.
Untuk itu, Manggala Agni mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran sampah, serta menghindari aktivitas yang melibatkan api di sekitar kawasan hutan dan lahan terbuka.
“Diusahakan jangan melakukan pembakaran di dekat kawasan hutan dan lahan, serta jangan meninggalkan aktivitas pembakaran tanpa pengawasan,” tegas Patris.
Ia berharap peran aktif masyarakat dapat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem kering yang berpotensi menimbulkan bencana lingkungan dan kerugian besar.
Pewarta : Said





