Diskum Batam Jemput Bola Cek NIB UMKM Bazar Ramadhan 1447 H, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

Batam | Momentum Ramadhan 1447 Hijriah tak hanya menghadirkan semarak ibadah dan kebersamaan, tetapi juga memunculkan geliat ekonomi baru di tengah masyarakat. Sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) musiman bermunculan, terutama di kawasan Bazar Ramadhan yang tersebar di berbagai titik di Kota Batam.

Melihat fenomena tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam (Diskum) bergerak cepat melakukan pengecekan Nomor Induk Berusaha (NIB) terhadap para pelaku usaha baru. Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap usaha yang tumbuh selama bulan suci tetap memiliki legalitas yang jelas.

Kepala Diskum Kota Batam, Salim, mengatakan Ramadhan memang menjadi momentum munculnya usaha mikro baru, seperti pedagang angkringan, lapak takjil, hingga jajanan musiman lainnya.

“Memang ada banyak usaha mikro musiman saat momen Ramadhan. Yang baru-baru muncul ini kami cek, terutama di kawasan Batam Kota seperti sekitar Masjid Agung Raja Hamidah dan Dataran Engku Putri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (28/2).

Dari hasil pendataan lapangan, Diskum telah melakukan pengecekan terhadap sekitar 85 pelaku usaha. Salim memastikan para pelaku usaha tersebut memiliki NIB. Bagi yang belum terdaftar, pihaknya langsung memfasilitasi proses pembuatan NIB melalui layanan jemput bola di lokasi bazar.

Tak hanya itu, Diskum juga mengoptimalkan program Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Menyapa. Melalui program ini, konsultan turun langsung ke lapangan untuk membantu pelaku usaha dalam mengurus legalitas, perizinan, hingga penguatan manajemen usaha.

“Usaha yang sebelumnya belum punya NIB, kami fasilitasi sampai terbit. Itu sudah termasuk indikator UMKM naik kelas,” tegas Salim.

Menurutnya, indikator UMKM naik kelas tidak semata-mata dilihat dari peningkatan omzet. Legalitas usaha, inovasi produk, peningkatan kapasitas produksi, serta kelengkapan perizinan seperti sertifikasi halal dan izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menjadi faktor penting.

Diskum pun aktif memfasilitasi sertifikasi halal, sertifikat BPOM, hingga pendampingan penguatan produk agar UMKM mampu bersaing lebih luas dan berkelanjutan, tidak hanya saat momentum musiman seperti Ramadhan.

Hingga tahun 2025, Diskum mencatat terdapat 2.402 UMKM binaan yang terdaftar. Data tersebut diverifikasi secara rutin untuk memastikan usaha masih aktif dan berkembang. Setiap bulan, pihaknya menargetkan 20–25 UMKM untuk diverifikasi guna memantau progres dan keberlanjutan usaha.

Sebagai contoh keberhasilan pembinaan, Salim menyebut Toteles, pelaku usaha jajanan pasar dan roti di Batam. Berawal dari UMKM binaan Diskum, kini usaha tersebut berkembang pesat dengan modal usaha di atas Rp2 miliar serta memiliki sejumlah gerai di Kota Batam.

Melalui langkah proaktif ini, Diskum Kota Batam berharap geliat ekonomi Ramadhan tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi pintu masuk bagi para pelaku UMKM untuk tumbuh lebih profesional, legal, dan berdaya saing sehingga benar-benar mampu naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi daerah.

 

 

Pewarta : Lia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *