Disnaker Batam Fasilitasi Rekrutmen Kerja ke Luar Negeri, Jepang Buka Peluang 2.000 Lowongan

Batam | Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam terus memperluas akses masyarakat untuk bekerja di luar negeri melalui jalur resmi. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memfasilitasi kegiatan sosialisasi dan rekrutmen yang digelar Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), sehingga pencari kerja dapat memperoleh informasi sekaligus kesempatan bekerja secara legal.

Kepala Disnaker Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan permintaan dari perusahaan penempatan pekerja migran untuk menggelar sosialisasi maupun rekrutmen di Batam terus meningkat. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan.

“Permintaan fasilitasi dari perusahaan cukup banyak. Kami berupaya semaksimal mungkin menyediakan tempat untuk kegiatan sosialisasi dan proses rekrutmen agar masyarakat bisa memperoleh informasi secara langsung,” ujar Yudi, Rabu (1/7).

Salah satu rekrutmen yang baru saja difasilitasi Disnaker Batam adalah program penempatan tenaga kerja ke Jepang yang digelar PT Trias Insan Madani. Perusahaan tersebut memiliki kebutuhan lebih dari 2.000 tenaga kerja dengan target sekitar 100 pekerja direkrut dari Batam.

Dari sekitar 150 orang yang mendaftar, sebanyak 47 peserta lolos tahap awal dan telah diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang sebelum memasuki proses penempatan.

Menurut Yudi, kemampuan berbahasa Jepang menjadi syarat utama bagi calon pekerja. Para peserta diwajibkan mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) selama kurang lebih enam bulan hingga memperoleh sertifikat kemampuan bahasa Jepang minimal level N4.

“Setelah memenuhi persyaratan bahasa, barulah mereka dapat diberangkatkan sesuai kebutuhan perusahaan di Jepang,” jelasnya.

Meski demikian, Disnaker Batam mengaku hingga kini belum menerima laporan perkembangan terbaru dari peserta yang sedang menjalani pelatihan di Jakarta.

Hingga Juni 2026, tercatat ada delapan P3MI yang berkantor di Batam dan aktif menempatkan pekerja migran ke berbagai negara. Selain itu, sejumlah perusahaan penempatan dari luar daerah juga rutin membuka rekrutmen di Batam dengan tujuan negara-negara di Asia, Timur Tengah hingga Eropa Timur.

Yudi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal. Seluruh proses penempatan harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku melalui BP3MI dan Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI).

“Semua proses harus melalui jalur resmi agar pekerja mendapatkan perlindungan hukum, kepastian penempatan, dan hak-haknya sebagai pekerja migran,” tegasnya.

Berdasarkan data Sisko P2MI, sepanjang Januari hingga Juni 2026 sebanyak 278 pekerja migran asal Batam telah ditempatkan ke berbagai negara. Jumlah tersebut terdiri atas 153 laki-laki dan 125 perempuan.

Malaysia masih menjadi tujuan utama dengan 183 pekerja migran, disusul Singapura sebanyak 35 orang, Qatar 21 orang, Hong Kong 16 orang, Taiwan 13 orang, Slovakia tiga orang, Korea Selatan dan Romania masing-masing dua orang, serta masing-masing satu orang ke Jepang, Arab Saudi, dan Yunani.

Sementara berdasarkan jenis pekerjaan, mayoritas pekerja migran asal Batam ditempatkan sebagai operator produksi sebanyak 71 orang. Selain itu, terdapat 67 pekerja sektor informal, 44 pekerja di sektor pertanian, 34 pekerja perkebunan, 14 tenaga las (welder), serta berbagai profesi lainnya sesuai kebutuhan negara tujuan.

Disnaker Batam berharap masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri memanfaatkan jalur resmi agar proses penempatan berlangsung aman, legal, serta memberikan perlindungan dan kepastian hak selama bekerja di negara tujuan.

 

 

Editor: Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *