Batam | Operasi pencarian korban kecelakaan kapal long boat di Selat Nenek, Batam, resmi dihentikan setelah seluruh korban berhasil ditemukan. Korban terakhir yang sebelumnya belum teridentifikasi, telah dipastikan bernama Fadli alias Papat, usai ditemukan di perairan Tanjung Sauh, Punggur.
“Sudah terkonfirmasi atas nama Fadli alias Papat. Pihak keluarga tadi sudah memastikan langsung ke RS Bhayangkara,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, Jumat (27/6/2025).
Dengan demikian, seluruh 13 korban telah ditemukan, terdiri dari 10 orang selamat dan 3 meninggal dunia.
Korban meninggal pertama yang ditemukan adalah Firdaus, pada Kamis (26/6) sekitar pukul 06.00 WIB di perairan Pulau Bulan. Jenazah langsung dievakuasi ke rumah duka di Pulau Awi.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 06.30 WIB, Tim SAR menerima informasi dari seorang nelayan bernama Anda yang menemukan mayat mengambang di sekitar perairan Pulau Panjang. Tim SAR Gabungan segera bergerak ke lokasi dan mengevakuasi korban kedua sekitar pukul 07.00 WIB di koordinat 00°57.528′ U – 104°00.821′ T.
Korban dibawa ke KAL Anakonda, lalu dievakuasi lebih lanjut menggunakan RIB 03 milik Basarnas. Pukul 09.26 WIB, pihak keluarga memastikan korban adalah Muhammad Fahri Kurniawan.
Sementara itu, jenazah ketiga ditemukan di perairan Tanjung Sauh, Punggur. Setelah melalui proses identifikasi di RS Bhayangkara, korban dipastikan adalah Fadli alias Papat.
Insiden tragis ini terjadi pada Rabu (25/6) pukul 16.00 WIB. Long boat yang membawa rombongan tim sepak bola dari Selat Nenek menuju Pulau Setokok dihantam gelombang tinggi hingga terbalik di tengah Selat Nenek. Informasi pertama diterima Basarnas pukul 17.50 WIB dari perangkat Desa Setokok, Zamri.
Malam harinya, enam korban ditemukan selamat: Rahel, Peri, Rico, Boge, Rehan, dan Andika. Selanjutnya, pukul 21.03 WIB, empat korban selamat lainnya berhasil dievakuasi: Tepok, Damar, Maher, dan Amirul, ditemukan dalam kondisi bertahan hidup dengan berpegangan pada badan kapal terbalik.
Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, Polair Polda Kepri, Polairud Polresta Barelang, Pos AL Kertang, BP Batam, Polsek Bulang, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Berbagai peralatan canggih turut dikerahkan, termasuk drone thermal, Aquaeye, dan perahu karet.
“Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR kami nyatakan selesai dan resmi ditutup. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu selama proses pencarian,” tutup Dedius.





