Gagah Perkasa di Atas Panggung, Fashion Show Berbusana Adat Melayu Bikin Riuh Malam Kesenian Pentas Rakyat Kebun Tempang

Belakang Padang | Malam kesenian kelima rangkaian pentas rakyat Kebun Tempang dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di RT 003 RW 004 Kebun Tempang, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Belakang Padang, Rabu (24/9/2025), benar-benar menjadi malam penuh pesona Melayu. Sorotan warga tercurah pada fashion show bapak-bapak berpakaian adat Melayu yang sukses menghadirkan kekaguman sekaligus tawa bahagia penonton.

Di atas panggung sederhana yang dihiasi cahaya lampu warna-warni, para peserta tampil penuh percaya diri. Tanjak tegak di kepala, kain songket berkilau melilit pinggang, hingga keris yang terselip di tangan membuat suasana seakan kembali ke masa kejayaan Melayu.

Bacaan Lainnya

Empat bapak berdiri gagah di atas panggung. Seorang peserta tampak mengenakan baju kurung hitam dengan songket perak yang menonjolkan kesan berwibawa. Di sampingnya, bapak lain berbalut baju biru lengkap dengan kain songket hijau bermotif emas, wajahnya sumringah menambah kharisma layaknya seorang bangsawan istana.

Peserta berikutnya tampil sederhana tapi berkelas, dengan baju kurung putih gading dan tanjak senada, sambil memegang keris yang membuatnya tampak bak hulubalang siap menjaga kehormatan kampung. Sedangkan di ujung, seorang bapak dengan baju Melayu abu-abu metalik dan songket perak berkilau berdiri tegap, sesekali mengangkat dagu seakan memperlihatkan kewibawaan seorang raja.

Penonton pun bersorak kagum, sebagian berdecak, sebagian lain tak kuasa menahan tawa karena gaya jalan para peserta yang unik dan spontan.

“Subhanallah, ini macam kita kembali ke zaman kerajaan. Ada yang jalannya macam hulubalang, ada yang melambai kayak raja naik takhta. Saya sampai kagum juga, gagah betul kalau pakai tanjak sama songket begini,” ujar Opa salah satu warga Kebun Tempang.

Izhar, panitia pelaksana, mengaku bangga dengan antusiasme warga.
“Fashion show bapak-bapak malam ini membuktikan bahwa budaya Melayu tetap hidup. Walau sederhana, tapi tanjak dan songket yang mereka pakai punya makna besar. Marwah, kebersamaan, dan identitas kita. Inilah hiburan rakyat yang bernilai,” katanya.

Meski malam itu tetap diisi karaoke dan hiburan lain, jelas bahwa fashion show bapak-bapak dengan busana adat Melayu menjadi magnet utama. Tak hanya menghadirkan tawa, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga bahwa di Kebun Tempang, marwah budaya Melayu tetap tegak, dipelihara lewat silaturahmi dan semangat kemerdekaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *