Gas LPG 3 Kg di Belakang Padang Jadi Rebutan, Warga Kecil Kalah oleh Kedai Kopi

Foto : Ilustrasi

 

Bacaan Lainnya

Belakang Padang | Tabung gas LPG 3 kilogram bersubsidi kini menjadi barang rebutan di Kecamatan Belakang Padang, Batam. Warga kecil mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon ini, sementara di sisi lain, sejumlah kedai kopi justru dengan mudah menggunakannya untuk operasional usaha.

“dalam beberapa hari ini agak sulit cari gas, dalam hitungan jam gas sudah habis di pangkalan. Sementara kedai kopi tetap buka dan masak pakai gas melon,” keluh Nian, seorang ibu rumah tangga, Jum’at (4/7/2025)

LPG 3 kg seharusnya diperuntukkan khusus bagi rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro. Namun, berdasarkan pantauan warga, tabung bersubsidi ini justru banyak digunakan oleh pelaku usaha kuliner nonmikro, seperti kedai kopi besar dan kafe serta rumah makan.

Kondisi ini dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan dan ketidakadilan dalam distribusi subsidi. Warga menilai lemahnya pengawasan dari pihak berwenang membuat praktik ini terus terjadi tanpa ada tindakan tegas.

“Aturannya jelas, gas melon bukan untuk usaha seperti kedai kopi besar, kafe dan warung besar. Tapi kenyataannya di lapangan beda. Kami yang berhak justru susah dapat,” ujar warga lainnya.

Warga mendesak Pertamina, aparat kecamatan, dan dinas terkait untuk segera turun tangan, melakukan pendataan ulang serta razia terhadap pelaku usaha yang menggunakan LPG 3 kg secara tidak sah.

“Kalau terus dibiarkan, yang miskin makin sulit. Gas subsidi harusnya tepat sasaran, bukan jadi alat cari untung bagi yang tidak berhak,” tegas warga dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait soal maraknya dugaan penyalahgunaan LPG 3 kg oleh pelaku usaha kedai kopi di Belakang Padang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *