H. Hasyim Lepas Pesarta Lomba Speed Boat 200 PK, Laut Belakang Padang Bergemuruh

Belakang Padang | Dentuman mesin bertenaga tinggi menggetarkan perairan saat lomba speed boat 200 PK resmi dimulai di Dataran Elang-elang Laut, Minggu (17/8). Puncak pacu laut di HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini semakin semarak ketika tokoh masyarakat sekaligus sponsor utama acara, H. Hasyim, secara simbolis melepas peserta lomba yang ditunggu-tunggu ribuan penonton dari berbagai daerah.

Bacaan Lainnya

Masyarakat memadati pesisir sejak pagi. Di antara gelombang antusiasme warga lokal, terlihat juga wisatawan dari Batam, Singapura, hingga Malaysia, yang rela mengantre panjang demi menyaksikan balapan tercepat di laut Belakang Padang. Ketegangan langsung terasa saat H. Hasyim meniup peluit dan mengibarkan bendera start puluhan speed boat langsung melesat, memecah ombak dengan kecepatan tinggi.

“Ini bukan hanya hiburan, ini adrenalin dan identitas kita sebagai masyarakat pesisir. Semangat kebersamaan dan daya saing inilah yang harus terus kita jaga,” ujar H. Hasyim di tengah sorak sorai penonton yang membahana di sepanjang garis pantai.

Tidak hanya menjadi ajang balap, lomba speed boat 200 PK juga membawa dampak besar bagi perekonomian lokal. Penjual makanan, jasa transportasi laut, hingga pelaku UMKM kebanjiran pelanggan. Hasyim menegaskan bahwa event seperti ini bukan hanya pesta, tapi juga penggerak roda ekonomi rakyat.

“Pacu laut ini adalah warisan budaya. Kami ingin generasi muda melihat bahwa tradisi ini bukan hal biasa ini adalah simbol jati diri kita. Semakin besar event-nya, semakin kuat juga dampaknya bagi masyarakat,” tambahnya.

Lomba speed boat 200 PK menjadi penutup megah dari rangkaian perlombaan laut yang sudah berlangsung sejak 11 Agustus. Jika lomba perahu kayu 15 PK menunjukkan tradisi dan kebersamaan, maka speed boat 200 PK adalah representasi kemajuan dan daya saing masyarakat bahari saat ini.

Dengan berakhirnya lomba ini, gema pesta laut Belakang Padang belum usai. Justru semangatnya kian membara, menyatukan semangat warga dalam satu getaran: menjaga budaya, membangun ekonomi, dan merayakan kemerdekaan dengan cara khas masyarakat pesisir.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *