Belakang Padang | Panitia Pelaksana Lomba Pacu Laut dan pihak Kecamatan Belakang Padang memberikan klarifikasi terkait munculnya selisih hadiah yang sempat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Berdasarkan data yang diterima posmetrobatam.co.id, perbedaan terjadi akibat penggunaan RAB lama dengan flayer PPMS terbaru.

Dalam dokumen tersebut, terlihat beberapa kategori lomba mengalami perbedaan nilai hadiah, terutama pada cabang Mesin 40 PK Boat Kayu Racing, di mana terdapat selisih Rp2 juta dari total hadiah. Juara pertama hingga juara keempat pada kategori ini masing-masing mengalami selisih Rp500 ribu.
Sementara itu, pada kategori Mesin 40 PK Speedboat Fiber Glass, hanya juara pertama yang mengalami selisih Rp500 ribu, sedangkan juara lainnya tidak ada perbedaan nilai hadiah. Untuk kategori Mesin 15 PK Speedboat Racing Fiber Glass, tidak ditemukan selisih atau kekurangan pembayaran hadiah.
Namun berbeda pada kategori Mesin 15 PK Standar Fiber Glass, juara pertama tercatat menerima selisih Rp800 ribu lebih besar dari RAB awal, sehingga total selisih mencapai Rp1,6 juta.
Hal yang sama juga terlihat pada kategori Ketinting Racing (Lepet), di mana terjadi selisih kekurangan bayar Rp300 ribu, tetapi di sisi lain ada kelebihan bayar Rp700 ribu. Begitu pula di kategori Ketinting, tercatat kekurangan Rp300 ribu dan kelebihan Rp700 ribu.
H.Hasyim sebagai donatur menegaskan, persoalan ini murni akibat miskomunikasi administratif antara pihak kecamatan dengan panitia pelaksana di lapangan, bukan karena adanya unsur kesengajaan. “RAB yang dinaikkan pihak kecamatan adalah RAB lama, sehingga timbul selisih jika dibandingkan dengan flayer PPMS terbaru,” ungkap H. Hasyim dalam keterangan resminya, Rabu (20/8/2025)
Dengan adanya klarifikasi ini, panitia berharap masyarakat dapat memahami duduk persoalan, sekaligus memastikan bahwa seluruh hadiah untuk para juara lomba pacu laut sudah terpenuhi sesuai hasil keputusan terbaru.
Di kategori Mesin 15 PK Boat Kayu, juara pertama seharusnya menerima Rp1.700.000 sesuai RAB, namun pada pelaksanaan diberikan Rp3.000.000 sehingga terdapat selisih Rp1.300.000. Begitu juga pada juara kedua dan ketiga terdapat selisih masing-masing Rp500.000 dan Rp300.000. Total selisih pada kategori ini mencapai Rp2.100.000.
Pada kategori Mesin 15 PK Racing Kipas Alma, juara pertama tercatat Rp1.700.000 di RAB, sementara yang diberikan sebesar Rp2.500.000, dengan selisih Rp800.000. Juara kedua dan ketiga juga mengalami selisih masing-masing Rp500.000 dan Rp300.000. Total keseluruhan selisih untuk kategori ini mencapai Rp1.600.000.
Sementara pada kategori Ketinting Mesin Dalam, jumlah hadiah sesuai dengan RAB dan tidak ditemukan adanya selisih.
Secara keseluruhan, hasil rekapitulasi menunjukkan adanya selisih kurang bayar sebesar Rp8.400.000 dan kelebihan bayar ke peserta sebesar Rp1.400.000.
Kemudian dalam rincian, hadiah untuk kategori mesin 200 PK ditetapkan Rp5 juta untuk juara 1, Rp4 juta untuk juara 2, Rp3 juta untuk juara 3, dan Rp2 juta untuk juara 4. Semua sesuai dengan RAB maupun flayer.
Begitu juga dengan kategori mesin 40 PK double, hadiah juara 1 sampai 4 masing-masing Rp3 juta, Rp2 juta, Rp1,5 juta, dan Rp1 juta.
Untuk kategori sampan kolek 5, para juara memperoleh hadiah sesuai anggaran, yakni Rp7 juta untuk juara 1, Rp6 juta untuk juara 2, Rp5 juta untuk juara 3, dan Rp4 juta untuk juara 4.
Kategori sampan kolek 7 juga tidak ada perbedaan, di mana juara 1 mendapat Rp8 juta, juara 2 Rp7 juta, juara 3 Rp6 juta, dan juara 4 Rp5 juta.
Sementara untuk sampan kolek 9, hadiah juara 1 Rp9 juta, juara 2 Rp8,5 juta, juara 3 Rp8 juta, dan juara 4 Rp7,5 juta.
Dan total selisih hadiah dari seluruh kategori adalah Rp0, yang berarti semua hadiah sesuai dengan RAB dan tidak ada kekurangan pembayaran kepada peserta.
Dengan ini di pastikan, seluruh hadiah sudah sesuai dengan yang tertera di flayer maupun anggaran yang disiapkan panitia. Tidak ada selisih ataupun kekurangan.
Dalam klarifikasi penggunaan dana sponsor Pacu Laut Kecamatan Belakang Padang yang digelar secara terbuka dan penuh kekeluargaan di Gedung Posal Sambu pada Rabu (20/8/2025) dihadiri dari berbagai unsur Forkopimcam, di antaranya H. Hasyim, Camat Belakang Padang Abdul Hanafi, Danposal Sambu Letda (Laut) Babullah, Danramil Kapten Edi Ramuji, Kapolsek Belakang Padang yang diwakili Kanit Intel, KUA, Kapos, tokoh pemuda Izhar, tokoh masyarakat, serta para peserta juara pacu laut.
Dalam penyampaiannya, H. Hasyim menegaskan bahwa perbedaan data yang sempat muncul terkait Rencana Anggaran Biaya (RAB) hanyalah masalah miskomunikasi antara pihak panitia dengan kecamatan. Menurutnya, kecamatan sempat menaikkan RAB versi lama, sedangkan panitia menggunakan RAB terbaru yang memang sudah disesuaikan.
“Saya minta maaf, hal ini hanya sekadar miskomunikasi. Jadi bukan persoalan besar, hanya ada perbedaan hasil karena RAB lama dan RAB baru. Ke depan, hal seperti ini tentu harus dievaluasi antara panitia dan kecamatan agar tidak terulang kembali,” ujar H. Hasyim.
Ia juga menegaskan agar para peserta jika menemukan kejanggalan tidak langsung mengangkat isu di media sosial.
“Kalau ada yang kurang jelas, langsung konfirmasi ke panitia. Jangan buru-buru diviralkan di medsos, karena bisa menimbulkan fitnah. Kita harus tetap solid sebagai masyarakat Belakang Padang. Insha Allah tahun depan kita buat acara yang lebih meriah lagi,” tambahnya.
H. Hasyim juga meluruskan bahwa anggaran sebesar Rp190 juta tidak seluruhnya dialokasikan untuk pacu laut, melainkan juga dibagi ke kegiatan lain seperti pertandingan mini soccer. Ia pun mengingatkan admin akun Wajah Belakang Padang untuk lebih selektif dalam menyaring postingan yang masuk.
“Saya harap admin Wajah Belakang Padang bisa bijak dalam mengelola postingan. Jangan sampai ada kabar tidak jelas sumbernya yang justru merusak nama baik kita sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, admin Wajah Belakang Padang juga menghimbau para anggota grup agar lebih bijak bermedsos, serta meminta peserta anonim yang sempat memposting keluhan di media sosial untuk segera menarik unggahannya.
Dari sisi peserta, Nurarifin, salah satu peserta pacu laut kategori Speed 15 PK Standar, memastikan bahwa seluruh kekurangan hadiah telah diselesaikan.
“Alhamdulillah, untuk kekurangan hadiah sudah clear. Semua sudah selesai dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Belakang Padang Abdul Hanafi juga menyampaikan apresiasinya atas kebersamaan yang terjalin.
“Pacu Laut ini adalah tradisi dan kebanggaan kita semua. Kalau ada miskomunikasi, kita ambil hikmahnya untuk memperbaiki ke depan. Yang penting, kebersamaan masyarakat tetap terjaga dan event tahunan ini bisa terus berlangsung dengan meriah,” ungkapnya.
Pertemuan ini ditutup dengan suasana hangat, penuh semangat kebersamaan, dan komitmen untuk menjaga nama baik Belakang Padang. Para tokoh masyarakat, pemuda, dan peserta juara pacu laut pun menyambut baik klarifikasi ini.





