Hoaks Begal di Temiang Batu Aji Terungkap, Polisi Pastikan Korban Sebenarnya Terlibat Perkelahian

Batam | Informasi viral di media sosial mengenai dugaan aksi begal di kawasan Sei Temiang, Kecamatan Batu Aji, dipastikan tidak benar. Kepolisian Sektor Batu Aji menegaskan kabar tersebut merupakan hoaks setelah dilakukan penelusuran terhadap video dan unggahan yang sempat meresahkan masyarakat.

Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki Subagio, mengatakan pihaknya langsung melakukan pendalaman usai menerima informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial. Dari hasil penyelidikan awal, peristiwa yang dialami seorang pria bernama Fadil (22) ternyata bukan tindak pembegalan seperti yang disebutkan sebelumnya.

“Peristiwa tersebut bukan terjadi di kawasan Temiang, melainkan di Sei Lekop, Kecamatan Sagulung,” ujar Bayu, Rabu (20/5)

Ia menjelaskan, kejadian yang sebenarnya merupakan kasus penganiayaan akibat perkelahian yang terjadi di wilayah Sei Lekop. Korban sebelumnya mengaku dibegal di kawasan Temiang, namun setelah diklarifikasi, pengakuan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Bukan pembegalan, melainkan penganiayaan. Korban sudah kami arahkan membuat laporan ke Polsek Sagulung karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsek Sagulung dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Saat ini, penanganan kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polsek Sagulung guna mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam perkelahian tersebut.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, cermat, dan teliti sebelum menyebarluaskan informasi di media sosial,” katanya.

Sementara itu, Fadil turut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas unggahan yang sempat memicu keresahan publik. Ia mengakui narasi soal aksi begal yang diunggahnya tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

“Saya minta maaf atas status yang saya buat. Status yang saya buat dibegal, sementara saya bukan dibegal. Saya berkelahi sama orang di Sei Lekop,” ungkapnya.

Tak hanya kepada masyarakat, Fadil juga meminta maaf kepada pihak kepolisian atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat unggahannya tersebut.

“Saya minta maaf kepada bapak Kapolda, bapak Kapolsek yang telah melihat postingan saya. Saya minta maaf,” tutupnya.

 

Pewarta : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *