Turun Langsung, BKKBN Kepri Pastikan Program MBG untuk Ibu dan Balita di Batam Berjalan Optimal

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, dr. Victor Palimbong, M.KM, melakukan kunjungan langsung pendistribusian MBG 3B di Mangsang 4, Kelurahan Tanjung Piayu, Rabu, 20 Mei 2026.

Batam | Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, dr. Victor Palimbong, M.KM, turun langsung meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B, yakni balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui di Mangsang 4, Kelurahan Tanjung Piayu, Rabu (20/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendistribusian makanan bergizi berjalan optimal, mulai dari pengolahan hingga penyaluran kepada para penerima manfaat.

Di lokasi, Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangsang 4, Surya Gumilang Sitorus, menjelaskan bahwa dapur MBG telah mengikuti standar yang ditetapkan. Fasilitas dapur dilengkapi gudang kering dan gudang basah untuk menjaga kualitas bahan makanan agar tetap segar dan kandungan gizinya terjaga selama proses pengolahan.

“Proses memasak dimulai pukul 04.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 07.30 WIB. Saat ini tersedia 1.800 ompreng, dengan 350 ompreng khusus untuk sasaran 3B. Kapasitas maksimal distribusi MBG khusus 3B mencapai 500 ompreng,” jelas Surya.

Usai meninjau dapur MBG, dr. Victor melanjutkan kunjungannya ke Posyandu Tulip 1 di Kelurahan Tanjung Piayu. Dari lokasi tersebut, sebanyak 127 paket MBG dari SPPG Mangsang 4 didistribusikan kepada penerima manfaat melalui Tim Pendamping Keluarga.

Penerima manfaat terdiri dari 110 balita, delapan ibu hamil, dan sembilan ibu menyusui.

Dalam kesempatan itu, dr. Victor menyampaikan pesan kepada para ibu penerima manfaat agar memanfaatkan program pemerintah tersebut dengan baik demi kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Harap diterima dan dimakan program makan bergizi dari Bapak Presiden kepada ibu-ibu semua. Semoga bermanfaat agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” ujarnya.

Tak hanya memastikan distribusi makanan bergizi berjalan lancar, dr. Victor juga mengingatkan pentingnya program keluarga berencana (KB), khususnya KB pascapersalinan dengan metode kontrasepsi jangka panjang. Ia meminta para Penyuluh KB untuk terus memberikan edukasi melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat.

Menurutnya, program MBG merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, sekaligus menjadi langkah pencegahan stunting sejak dini.

“Melalui program MBG ini, kita ingin memastikan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, edukasi terkait KB pascapersalinan juga penting agar keluarga dapat merencanakan kehamilan secara sehat dan berkualitas,” tutupnya.

Pewarta: Maradona Agusti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *