Ingatkan Warga Kepri : Waspada ! Oknum Catut Nama BGN, Janjikan Dapur SPPG Cepat Dibuka dengan Bayaran

Tanjungpinang | Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono, mengingatkan masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) agar mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan BGN. Pelaku diduga menawarkan jasa percepatan pembukaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan meminta sejumlah uang sebagai imbalan.

Trenggono mengatakan, praktik tersebut memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjanjikan kemudahan bagi pihak yang ingin membuka dapur SPPG.

Bacaan Lainnya

“Saat ini banyak oknum mengatasnamakan BGN. Mereka menjanjikan percepatan pembukaan SPPG, lalu meminta sejumlah uang sebagai imbalannya,” kata Trenggono, Kamis (15/10/2026).

Ia menegaskan, proses pembukaan dapur SPPG di seluruh Indonesia dilaksanakan melalui sistem terpusat di BGN dan tidak dipungut biaya sepeser pun.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku memiliki akses khusus untuk mempercepat proses tersebut, terlebih jika disertai permintaan uang.

Trenggono juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat penegak hukum atau BGN apabila menemukan oknum yang meminta bayaran dengan dalih mempermudah pembukaan dapur SPPG.

“Kalau ada yang begitu, lapor ke polisi dan ditangkap. Kita juga tegaskan, tak ada lagi istilah jual beli titik SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.

Selain mengantisipasi praktik penipuan, BGN saat ini terus melakukan pembenahan tata kelola pelaksanaan program MBG, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia mulai dari tingkat pusat hingga jajaran di bawahnya.

Menurut Trenggono, pembenahan tersebut diperlukan agar pelaksanaan program berjalan sesuai amanat Presiden Prabowo Subianto serta mampu menghasilkan layanan pemenuhan gizi yang berkualitas dan tepat sasaran.

Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di Kepulauan Riau.

Trenggono menjelaskan, MBG merupakan program strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada perencanaan, pengelolaan, dan pelaksanaan yang sesuai dengan ketentuan BGN.

“Program ini sangat baik apabila dikelola, direncanakan dan diselenggarakan sesuai ketentuan BGN. Kita ingin menciptakan MBG berkualitas dan tepat sasaran,” katanya.

 

 

Wartawan : Januar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *