Insiden TKI Tewas di Malaysia, Ketua Satgas P2MI Arba Udin Desak RI Bertindak Tegas

Batam | Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Pekerja Migran Indonesia (Satgas P2MI) Arba Udin melontarkan kecaman keras atas insiden tragis yang merenggut nyawa seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Penang, Malaysia, Sabtu pekan lalu. Korban dilaporkan meninggal usai terlibat bentrok dengan aparat kepolisian setempat.

“Kami mengutuk keras tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa WNI, apalagi dalam situasi yang masih simpang siur dan belum jelas kronologinya. Nyawa TKI bukan barang murah yang bisa diabaikan seenaknya,” tegas Arba Udin dalam pernyataan resminya, Jum’at (8/8/2025)

Bacaan Lainnya

Informasi awal yang diterima Satgas P2MI menyebut korban diduga tewas setelah duel fisik dengan salah satu anggota kepolisian Malaysia di wilayah Penang. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dan rinci dari otoritas Malaysia mengenai penyebab pasti serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

Arba mendesak Kementerian Luar Negeri RI dan perwakilan diplomatik Indonesia di Malaysia untuk segera turun tangan, melakukan investigasi menyeluruh, serta memastikan pendampingan hukum bagi keluarga korban.

“Kita tidak akan diam. Negara harus hadir! Pemerintah Indonesia wajib memastikan tidak ada lagi perlakuan semena-mena terhadap TKI. Kasus ini harus diusut tuntas, dan pelaku, siapa pun dia harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Satgas P2MI juga menuntut Pemerintah Malaysia untuk transparan, kooperatif, dan menghindari tindakan represif terhadap warga migran, khususnya asal Indonesia.

“Ini soal nyawa anak bangsa. Jangan main-main dengan persoalan ini. Kalau perlu, kita tarik seluruh PMI dari wilayah yang rawan perlakuan tidak manusiawi,” tegasnya lagi.

Satgas P2MI berkomitmen memantau perkembangan kasus ini dan siap menggelar aksi solidaritas internasional bila proses hukum dianggap tidak berjalan adil. Pihak keluarga korban pun diminta segera menghubungi Satgas PMI agar langkah advokasi bisa segera dilakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *