Batam | Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam mulai mematangkan berbagai persiapan, terutama terkait penetapan besaran zakat fitrah dan penguatan pelayanan ibadah umat selama Ramadan.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Kegiatan Amaliyah Ramadan yang digelar di Aula Kantor Kemenag Batam, Sekupang, Minggu (1/2). Rapat diikuti 67 peserta dari lintas lembaga, mulai dari jajaran Kemenag, Kantor Urusan Agama (KUA), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), organisasi kemasyarakatan Islam, hingga lembaga amil zakat (LAZ).
Rapat dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Batam, Adamrin, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Batam. Ia menegaskan pentingnya koordinasi sejak dini mengingat Batam memiliki keberagaman latar belakang dan praktik ibadah masyarakat.
“Persiapan Ramadan harus dibahas bersama agar pelaksanaannya tertib dan kondusif. Perbedaan praktik ibadah di Batam perlu dikelola dengan baik agar tetap harmonis,” ujar Adamrin.
Salah satu fokus utama rapat adalah pembahasan penetapan besaran zakat fitrah. Adamrin menjelaskan, Kemenag Batam akan melakukan penghitungan ulang dengan menyesuaikan harga beras yang berlaku di pasaran saat ini.
“Besaran zakat fitrah akan dihitung berdasarkan harga beras tahun berjalan. Selain itu, kami juga memantau harga emas sebagai dasar penetapan nisab zakat maal,” jelasnya.
Hasil dari rapat koordinasi ini nantinya akan menjadi acuan resmi bagi masjid, musala, serta lembaga zakat dalam memberikan pelayanan keagamaan dan pengelolaan zakat selama bulan Ramadan di Kota Batam.
Selain zakat, rapat juga membahas optimalisasi kegiatan dakwah dan amaliyah Ramadan. Ketua MUI Kota Batam, KH Luqman Rifai, menekankan pentingnya memaksimalkan peran masjid, khususnya masjid yang dikelola pemerintah.
“Masjid harus dimaksimalkan pelayanannya agar jemaah merasa nyaman. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat syiar Islam selama Ramadan,” ungkapnya.
Menurutnya, keseragaman standar pelayanan dan kenyamanan jemaah akan membantu menciptakan suasana Ramadan yang khusyuk, tertib, dan penuh keberkahan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri kepala KUA se-Kota Batam, kepala madrasah negeri dan swasta, pimpinan Baznas, perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta sejumlah LAZ, seperti LAZ Hidayatullah, Rumah Zakat, dan DSNI Amanah.
Dengan sinergi lintas lembaga yang terus diperkuat, Kemenag Batam optimistis pelaksanaan ibadah Ramadan 1447 Hijriah di Kota Batam dapat berjalan lancar, tertib, dan membawa keberkahan bagi seluruh umat Muslim. (ridwan)





