Belakang Padang | Suasana hari Jum’at (24/10) di sekolah-sekolah se-Kecamatan Belakang Padang tampak sedikit berbeda dari biasanya. Sajian bergizi dengan hidangan sederhana namun tetap menggugah selera.
Program MBG di Kecamatan Belakang Padang hari ini dengan menu yang tak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan: mie lendir khas Melayu, telur rebus, susu cair, lalapan timun segar, serta potongan buah semangka merah yang manis menyegarkan.
Kegiatan MBG ini bukan sekadar waktu makan bersama, tetapi juga menjadi momen edukasi gizi yang dikemas menyenangkan. Para siswa siap menunggu giliran menyantap hidangan yang sudah disusun rapi dalam wadah makan stainless yang bersih dan mengilap dengan aroma mie lendir yang gurih berpadu dengan harumnya kuah kacang kental membuat suasana semakin hangat.
Menu hari ini dipilih dengan cermat agar memenuhi kebutuhan energi dan gizi anak-anak. Mie lendir yang menjadi bintang utama, kaya akan karbohidrat untuk sumber tenaga. Kuah kacangnya mengandung protein nabati, berpadu sempurna dengan telur rebus yang melengkapi kebutuhan protein hewani. Lalapan timun segar menambah serat alami yang baik untuk pencernaan, sementara buah semangka hadir sebagai penutup manis penuh vitamin dan cairan alami yang menyegarkan tubuh. Tak lupa, sekotak susu cair melengkapi kebutuhan kalsium untuk tulang yang kuat dan tubuh yang sehat.
Kegiatan MBG hari ini juga menjadi simbol kebersamaan antar sekolah di Belakang Padang. Para guru mendampingi siswa dengan penuh semangat, mengingatkan pentingnya pola makan seimbang sejak usia dini. Beberapa sekolah bahkan menambahkan sentuhan lokal, seperti doa bersama sebelum makan dan pesan-pesan gizi sederhana agar anak-anak memahami makna di balik setiap suapan.
“Anak-anak perlu belajar bahwa makanan bukan hanya untuk kenyang, tapi juga untuk sehat,” ujar salah satu guru.
Dengan konsep makan bersama yang sederhana, program MBG ini membuktikan bahwa menjaga gizi tak harus mahal. Yang penting adalah kebersamaan, kesadaran, dan rasa syukur atas rezeki yang disediakan. Jumat ini menjadi hari yang penuh rasa gurih, segar, manis, dan tentu saja, bergizi.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak Belakang Padang tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas dan kuat, tetapi juga memiliki kebiasaan makan sehat yang berakar sejak di bangku sekolah. Sebab dari wadah yang bergizi, lahir masa depan yang lebih cerah.





