Belakang Padang | Pemerintah Kecamatan Belakang Padang bersama Kelurahan Tanjung Sari mulai melakukan penataan kawasan lintas pelabuhan menuju Pasar 88 dengan mengembalikan fungsi jalan sebagai jalur pejalan kaki dan akses umum masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat Belakang Padang sebagai salah satu destinasi wisata pesisir dan kuliner di wilayah hinterland Kota Batam.

Lurah Tanjung Sari Kecamatan Belakang Padang M. Yamin melalui Seklur Tanjung Sari Nurasikin mengatakan, kegiatan yang dilakukan bukan sekadar perapihan kawasan, melainkan pembenahan agar sarana dan prasarana di kawasan tersebut kembali sesuai fungsi awalnya.

“Ini sebenarnya bukan perapihan, tetapi mengembalikan fungsi awal jalan dari pelabuhan menuju Pasar 88. Pemerintah Kecamatan Belakang Padang dan Kelurahan Tanjung Sari mendukung program Pemko Batam dalam menunjang Batam sebagai daerah tujuan wisata,” ujarnya, Kamis (7/5).

Menurut Nurasikin, selama ini sebagian jalur pejalan kaki di kawasan tersebut digunakan masyarakat sebagai tempat parkir kendaraan, sehingga dinilai mengurangi kenyamanan dan estetika kawasan wisata.

Karena itu, pemerintah bersama masyarakat melakukan penataan agar kawasan pelabuhan hingga Pasar 88 terlihat lebih tertib, nyaman, dan menarik bagi wisatawan yang datang menikmati suasana kampung tua serta kuliner khas Belakang Padang.
“Awalnya itu memang jalan, kemudian dijadikan tempat parkir motor dan kendaraan lainnya. Sekarang kita kembalikan lagi ke fungsi awalnya sebagai jalan pejalan kaki,” katanya.
Ia menjelaskan, penataan tersebut juga dari masukan para wisatawan dan pengunjung yang datang ke Belakang Padang. Banyak di antara mereka berharap kawasan pesisir dan pusat kuliner itu dapat ditata lebih rapi agar keindahan kampung wisata semakin terasa.
“Mereka menyampaikan kalau kawasan ini akan lebih indah kalau jalannya dikembalikan seperti semula. Kendaraan yang parkir di sepanjang jalan dianggap mengganggu pemandangan,” ungkapnya.
Sebelum penataan dilakukan, pemerintah kecamatan dan kelurahan juga telah mengumpulkan warga serta melakukan sosialisasi agar langkah yang diambil dapat dipahami bersama.
Nurasikin menegaskan, penataan itu bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib tanpa menghilangkan kehidupan ekonomi warga.
“Yang penting masyarakat tetap hidup rukun dan bersama-sama. Tidak ada persoalan besar, semuanya dilakukan demi kepentingan bersama,” katanya.
Ia menyebut, budaya masyarakat Belakang Padang yang mengedepankan kebersamaan menjadi modal penting dalam mendukung penataan kawasan tersebut.
“Budaya masyarakat kita ini mengutamakan kebersamaan. Jadi apa pun yang dilakukan selama untuk kebaikan bersama, masyarakat bisa menerima,” tambahnya.
Ia juga mengatakan pihak kelurahan mendukung penuh langkah penataan kawasan demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Menurutnya, pembenahan fasilitas umum dan jalur pejalan kaki menjadi bagian penting dalam mendukung Belakang Padang sebagai kawasan wisata pesisir yang memiliki daya tarik budaya dan kuliner.
“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga kawasan ini agar tetap tertata, bersih, dan nyaman. Karena kalau kawasan kita bagus, dampaknya juga akan kembali kepada masyarakat, terutama pelaku usaha dan pedagang,” ujar Nurasikin.
Pemerintah berharap penataan kawasan lintas pelabuhan menuju Pasar 88 tersebut menjadi langkah awal untuk mempercantik wajah Belakang Padang sekaligus memperkuat citranya sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Batam.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili





