Belakang Padang | Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Belakang Padang, M. Jufri, memberikan edukasi penting kepada siswa-siswi SD Negeri 001 Belakang Padang tentang pemenuhan gizi seimbang dan pentingnya menjaga asupan makanan bergizi. Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kesadaran anak-anak terhadap pentingnya pola makan sehat sejak usia dini.
Dalam kesempatan itu, Jufri menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan edukasi ini adalah agar anak-anak memahami jenis asupan gizi yang dibutuhkan tubuh mereka untuk tumbuh optimal, cerdas, dan sehat.
“Kami menjelaskan tentang karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah-buahan. Semua ini penting untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak anak-anak,” ujar Jufri di hadapan para siswa yang antusias mendengarkan, Senin (13/10)
Ia menambahkan bahwa metode edukasi dilakukan langsung di lapangan, dengan pendekatan kepada siswa maupun guru. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak cukup hanya dengan teori, tetapi perlu juga melihat kondisi nyata di sekolah.
“Kami lebih banyak turun ke lapangan. Tidak bisa hanya menilai dari teori. Kami selalu mencocokkan antara program dengan kondisi di lapangan. Kalau ada kekeliruan, baik dari pihak guru maupun dari kami, akan kita koreksi bersama,” jelasnya.
Selain memberikan pemahaman tentang gizi, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Melalui kunjungan langsung, tim SPPG bisa mengetahui keluhan dari siswa maupun guru, termasuk menilai apakah makanan yang disalurkan telah memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.
“Kami memastikan semua proses sesuai SOP, mulai dari pendistribusian bahan makanan, pemilihan kualitas bahan, proses pemasakan hingga pengantaran. Semua kami pantau, termasuk suhu masak dan kebersihannya,” ujar Jufri.
Ia menegaskan bahwa edukasi ini akan digelar secara rutin. SD Negeri 001 menjadi sekolah pertama yang dikunjungi, dan akan disusul oleh sekolah-sekolah lain di Kecamatan Belakang Padang dalam beberapa minggu ke depan.
“Kami juga melakukan survei lapangan untuk menilai sejauh mana dampak positif program ini di sekolah. Alhamdulillah, hasilnya positif. Hanya saja, kami tetap perlu melakukan edukasi terkait variasi menu agar anak-anak tidak cepat bosan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Jufri juga memberikan pesan sederhana namun bermakna kepada para siswa.
“Habiskan makanan kalian. Jangan disisakan, karena makanan itu membantu asupan gizi dan sayang kalau terbuang,” pesannya.
Lebih lanjut, Jufri menilai bahwa edukasi semacam ini juga penting untuk mencerahkan pandangan masyarakat, terutama para penerima manfaat. Menurutnya, program MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto adalah program strategis yang perlu mendapat dukungan penuh karena bertujuan menekan angka stunting di Indonesia.
“Kita tahu, kasus stunting di Indonesia cukup tinggi karena kekurangan asupan gizi. Maka dari itu, program MBG ini hadir untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujarnya.
Ia pun bersyukur karena sejauh ini, pelaksanaan program MBG di Belakang Padang berjalan dengan baik tanpa adanya kasus keracunan makanan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada kejadian keracunan. Kami juga mendapat banyak dukungan dari pihak pemerintah dan puskesmas setempat,” jelasnya.
Untuk mendukung keberagaman menu, Jufri menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai melakukan variasi hidangan agar anak-anak lebih bersemangat menyantap makanan yang disediakan.
“Dalam tiga minggu awal, kami baru menjalankan tiga menu utama, seperti ayam, telur, dan hamburger. Mulai minggu ini, kami sudah menambah menu ikan, dan minggu depan akan ada menu daging juga,” paparnya.
Melalui kegiatan edukasi ini, SPPG Belakang Padang berharap dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Dengan dukungan semua pihak, program MBG diharapkan terus membawa manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa di wilayah pulau terdepan tersebut.





