Komitmen Cegah Peredaran Narkoba, Tujuh Pegawai Lapas Narkotika Tanjungpinang Raih Penghargaan dari Kanwil Ditjenpas Kepri

Bintan | Komitmen menjaga Lapas tetap bersih dari barang terlarang mendapat apresiasi. Sebanyak tujuh pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang menerima penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau atas dedikasi dan integritas mereka dalam mencegah masuknya narkotika ke dalam lingkungan Lapas.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Apel Senin Pagi yang digelar di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Senin (24/8/2026).

Bacaan Lainnya

Ketujuh pegawai yang menerima penghargaan berasal dari sejumlah lini tugas, di antaranya petugas registrasi, petugas Pintu Utama (P2U), komandan jaga, anggota jaga, serta staf Seksi Kegiatan Kerja.

Pemberian penghargaan kepada pegawai dari berbagai unit tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran bersama dalam memperkuat pengawasan dan mencegah masuknya barang terlarang ke dalam Lapas. Upaya tersebut dinilai membutuhkan kewaspadaan dan integritas seluruh jajaran, bukan hanya petugas pengamanan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap, menyampaikan apresiasi kepada para pegawai yang telah menunjukkan dedikasi dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa komitmen dan integritas petugas dalam menjaga keamanan serta ketertiban Lapas mendapat perhatian dan apresiasi dari jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen jajaran kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban Lapas dari peredaran barang terlarang. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme dalam bertugas,” ujarnya.

Apel dan penyerahan penghargaan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Momentum tersebut sekaligus menjadi penguatan komitmen seluruh jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari Halinar, yakni handphone, pungutan liar, dan narkoba.

Penghargaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kinerja pegawai, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya integritas dan kewaspadaan di seluruh lini pelayanan serta pengamanan Lapas.

 

 

Reporter : Muhamad Tarmiji

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *