Listrik Tanjungpinang-Bintan Terganggu, Warga Datangi PLN, Kompensasi Masih Diusulkan

Tanjungpinang | Pemadaman listrik yang berlangsung sejak awal pekan memicu keresahan warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Tak kunjung mendapat kepastian mengenai pemulihan pasokan listrik, warga mendatangi kantor PLN UP3 Tanjungpinang di Jalan Bakar Batu untuk meminta penjelasan.

Warga berdatangan sejak Selasa (13/10/2026) malam hingga Rabu (14/10/2026) siang. Mereka mempertanyakan penyebab pemadaman bergilir yang mengganggu aktivitas sehari-hari sekaligus menuntut kepastian kapan pasokan listrik kembali normal.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga Kijang Lama, Kevin, mengaku pemadaman listrik yang berlangsung berulang kali telah mengganggu kehidupan masyarakat. Ia berharap PLN segera menuntaskan pemulihan agar warga tidak terus menanggung dampak gangguan tersebut.

“Kita ingin listrik kami kembali normal. Sudah berapa lama kami bertahan. Apalagi sudah mengganggu kehidupan sehari-hari,” kata Kevin saat mendatangi kantor PLN.

Menanggapi keluhan warga, Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, mengatakan pihaknya tengah berupaya memulihkan pasokan listrik dengan mengoperasikan pembangkit secara paralel guna menambah daya mampu.

Menurut Rully, pembangkit listrik di Air Raja juga masih beroperasi untuk membantu memenuhi kebutuhan pasokan listrik di wilayah Tanjungpinang dan Bintan.

“Mudah-mudahan hari ini, sekarang proses paralel pembangkit untuk menambah daya mampu. Pembangkit kita yang di Air Raja juga tetap beroperasi,” ujar Rully.

PLN menargetkan pasokan listrik di Tanjungpinang dan Bintan kembali normal pada Rabu (14/10/2026). Namun, target tersebut masih bergantung pada proses pemulihan pasokan yang sedang berlangsung.

Di tengah upaya pemulihan, penyebab pasti gangguan pembangkit listrik di Batam yang berdampak pada pasokan listrik ke Tanjungpinang dan Bintan belum dapat dipastikan oleh PLN UP3 Tanjungpinang.

Rully menjelaskan, dalam hubungan bisnis kelistrikan, PLN UP3 Tanjungpinang bertindak sebagai pembeli listrik dari PLN Batam. Karena itu, penjelasan mengenai penyebab gangguan pembangkit di Batam, menurutnya, perlu disampaikan oleh pihak PLN Batam.

“Yang jelas kami sedang fokus pemulihan yang padam dulu. Untuk penyebab, biar di Batam saja yang menyampaikan,” katanya.

Pelanggan Berpeluang Mendapat Kompensasi

Selain mengupayakan pemulihan pasokan, PLN menyebut pelanggan yang terdampak pemadaman berpeluang memperoleh kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kompensasi tersebut dapat berupa pengurangan tagihan listrik bulanan bagi pelanggan pascabayar atau potongan pembelian token bagi pelanggan prabayar, sesuai mekanisme dan persyaratan yang ditetapkan.

Rully mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu mendata durasi pemadaman yang dialami setiap pelanggan. Pendataan diperlukan karena lama pemadaman di setiap wilayah tidak selalu sama.

“Nanti akan kita data dulu lama padamnya, karena setiap pelanggan beda-beda. Tapi kami hanya mengusulkan ke PLN Batam,” pungkasnya.

Dengan demikian, pemberian kompensasi belum dapat dipastikan karena masih menunggu pendataan dan tindak lanjut dari PLN Batam.

Di sisi lain, warga masih menanti kepastian pemulihan pasokan listrik. Mereka berharap upaya yang dilakukan PLN segera membuahkan hasil sehingga aktivitas rumah tangga, pelayanan, dan kegiatan usaha dapat kembali berjalan normal.

 

 

Editor : Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *