Mahasiswa KKN PPM UGM 2025 Pasang Peta Wisata Belakang Padang, Dorong Sektor Pariwisata dan Ekonomi Warga

Belakang Padang | Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN PPM UGM Periode II Tahun 2025, dengan nama Tim Gemilang Keping Karya, turut andil dalam pengembangan potensi pariwisata lokal di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.

Keterangan Foto : Mahasiswa KKN PPM UGM 2025 foto bersama Camat Belakang Padang Abdul Hanafi, SE setelah memasang peta informasi wisata di pelabuhan kuning

Salah satu program yang mereka inisiasi adalah pemasangan peta informasi wisata Belakang Padang, yang memuat berbagai destinasi menarik yang bisa dikunjungi wisatawan. Inovasi ini dinilai sangat membantu wisatawan untuk mengenal dan menjelajahi pesona Belakang Padang secara lebih mudah dan terarah.

Bacaan Lainnya

“Peta ini memuat informasi seputar lokasi-lokasi wisata unggulan di Belakang Padang. Tujuannya agar wisatawan bisa lebih mengenal daerah ini dan termotivasi untuk menjelajahinya,” ujar Clarissa, salah satu anggota tim kepada posmetrobatam.co.id, Rabu (6/8/2025)

Beberapa destinasi yang ditampilkan dalam peta wisata antara lain:

  • Vihara Dharma Bhakti
  • Hotel Asiya
  • Jom Mari Port & Café
  • Kedai Kopi Ameng
  • Pusat Kuliner Elang-Elang Laut
  • Kantor Imigrasi Belakang Padang
  • Pantai Pasir Putih
  • Pos AL Sambu sebagai situs bersejarah
    dan masih banyak titik menarik lainnya yang patut dieksplorasi.

Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE, mengapresiasi langkah mahasiswa UGM tersebut. “Kami sangat menyambut baik program ini. Kehadiran peta wisata menjadi bagian penting dalam promosi pariwisata lokal,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa geliat pariwisata yang baik akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Semakin banyak wisatawan datang, maka aktivitas ekonomi warga juga meningkat. Dari kuliner, transportasi, penginapan, hingga produk UMKM akan ikut berkembang,” tambahnya.

Program ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan daerah berbasis potensi lokal. KKN PPM UGM 2025 di Belakang Padang bukan sekadar pengabdian, melainkan sinergi antara ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *