Batam | Kota Batam akan segera memiliki ikon religius baru yang bersifat terbuka dan fungsional bagi publik. Masjid Bintang Amin Angkasa berdiri di kawasan Markas Komando Lanud Hang Nadim Batam, Batu Besar, Nongsa. Fasilitas ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah internal militer.
Masjid tersebut ditargetkan mulai digunakan pada 1 Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026. Dengan kapasitas sekitar 1.500 jamaah, bangunan seluas 1.432 meter persegi ini mampu menampung aktivitas ibadah berskala besar. Akses masjid dibuka bagi masyarakat umum tanpa pembatasan institusional. Model ini memperlihatkan integrasi fungsi pertahanan dengan pelayanan sosial.
Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, menyampaikan perkembangan pembangunan masjid yang hampir rampung.
“Insya Allah, masjid ini akan diresmikan penggunaannya oleh bapak KASAU jelang Ramadan mendatang. Sehingga warga Lanud HNM dan warga sekitar Batu Besar sudah bisa beribadah di masjid ini,” ujar alumnus AAU 2004 ini, bedasarkan keterangan tertulisnya, Jum’at 23 Januari 2026.
Secara visual, Masjid Bintang Amin Angkasa memiliki daya tarik kuat dari jalur udara. Menara putihnya terlihat jelas sebelum pesawat mendarat di Bandara Hang Nadim. Empat menara yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah menjulang sebagai penanda kawasan. Elemen ini memberi identitas baru bagi wajah Batam dari perspektif penerbangan. Progres fisik pembangunan disebut telah melampaui 80 persen.
Lingkungan sekitar masjid juga dirancang sebagai ruang publik yang tertata. Patung Ksatria Hang Nadim berdiri di area yang sama sebagai simbol pahlawan Melayu. Keberadaan patung tersebut memperkuat konteks sejarah dan lokalitas kawasan. Integrasi nilai religius dan budaya menjadi pesan utama pengembangan area ini.
Taman hijau dan tata cahaya artistik melengkapi kawasan masjid. Pada malam hari, pencahayaan mempertegas kesan religius tanpa menghilangkan fungsi ruang terbuka. Penataan ini mendorong masyarakat memanfaatkan area secara tertib dan berkelanjutan. Ruang ibadah tidak hanya menjadi tempat ritual, tetapi juga pusat interaksi sosial yang sehat.
Masjid ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan fasilitas keagamaan yang inklusif. Keterbukaan akses menunjukkan pendekatan pertahanan yang humanis dan edukatif. Masyarakat dapat memahami bahwa institusi militer juga memiliki peran sosial yang nyata. Pendekatan ini penting di wilayah strategis seperti Batam.
Rencana peresmian masjid oleh Kepala Staf TNI AU dijadwalkan jelang Ramadan. Kehadiran pimpinan tertinggi TNI AU menandai legitimasi fungsi publik masjid tersebut.





