Belakang Padang | Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, hingga kini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah pusat. Belum adanya juknis membuat mekanisme penyaluran serta penyesuaian menu selama bulan puasa belum dapat dipastikan.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Belakang Padang, Mahmud Prakoso, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan lanjutan terkait teknis pelaksanaan MBG di bulan Ramadhan.
“Untuk sementara kami masih menunggu petunjuk resmi dari pusat. Begitu juknis diterbitkan, tentu akan langsung kami sesuaikan,” ujar Mahmud Prakoso saat ditemui dikantornya, Sabtu (9/2).
Mahmud menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang berkembang, terdapat kemungkinan menu MBG selama Ramadhan akan disesuaikan menjadi menu kering yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Namun, hal tersebut masih menunggu kepastian kebijakan secara tertulis.
“Kalau memang nanti diarahkan ke menu kering, tentu akan kami laksanakan. Bisa saja berupa makanan yang praktis, tahan lama, dan tetap memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat selama berpuasa,” jelasnya.
Ia menegaskan, SPPG Kecamatan Belakang Padang siap mengikuti kebijakan apa pun yang ditetapkan pemerintah pusat demi memastikan program MBG tetap berjalan optimal, meski dalam suasana ibadah Ramadhan.
“Intinya kami siap menjalankan kebijakan yang ditetapkan, demi memastikan manfaat gizi tetap diterima masyarakat, terutama anak-anak sekolah,” tegas Mahmud.
Lebih lanjut, Mahmud juga menambahkan bahwa SPPG Kecamatan Belakang Padang terus melakukan pembenahan dan peningkatan layanan, baik dari sisi kualitas makanan sehat maupun keamanan pangan. Upaya tersebut dilakukan agar seluruh makanan yang disalurkan tetap memenuhi standar gizi, higienis, dan aman dikonsumsi.
“Kami terus berbenah, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Aspek keamanan dan kebersihan makanan menjadi perhatian utama kami,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa akan ada penyesuaian menu MBG selama bulan Ramadhan, khususnya bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa. Makanan yang dibagikan tidak lagi dalam bentuk siap santap, melainkan makanan kering yang bisa dibawa pulang untuk berbuka.
“Contohnya seperti kurma, telur rebus atau telur asin, telur pindang, buah, susu, dan abon,” ujar Dadan.
Ia menjelaskan, skema tersebut diterapkan pada sekolah-sekolah dengan mayoritas siswa beragama Islam. Makanan dibagikan pada siang hari saat jam sekolah, lalu dikonsumsi saat berbuka puasa.
Sementara itu, bagi sekolah dengan mayoritas siswa non-muslim, pelaksanaan MBG tetap berjalan seperti hari biasa tanpa perubahan signifikan. Skema serupa juga berlaku bagi penerima manfaat lainnya, seperti ibu hamil dan balita.
Adapun untuk SPPG yang berada di lingkungan pesantren, pelayanan MBG direncanakan akan digeser ke sore hari dengan menu makanan normal, mengingat seluruh penerima manfaat berada dalam satu kawasan.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili





