Mengejutkan! Penyuluh Kristen Ambil Peran di Pelepasan JCH Tanjungpinang

Tanjung Pinang | Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang menunjukkan komitmen nyata dalam pelayanan publik dengan terlibat langsung dalam proses pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Keterlibatan ini tidak hanya memastikan kelancaran teknis, tetapi juga menjadi cerminan kuat praktik moderasi beragama di daerah tersebut.

Sejak pagi hari, Selasa (21/4/2026), aktivitas di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura dipadati para jemaah, keluarga pengantar, serta petugas yang bersiaga. Sebanyak 144 JCH asal Tanjungpinang resmi diberangkatkan dalam suasana penuh khidmat dan haru menuju Batam sebagai titik embarkasi awal sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Di tengah proses tersebut, kehadiran para penyuluh agama Kristen dari Kementerian Agama menjadi sorotan tersendiri. Mereka turun langsung membantu berbagai tahapan pelepasan, mulai dari pengaturan jemaah hingga memastikan kelancaran logistik.

“Ya, hari ini kami dari penyuluh agama Kristen Kemenag Kota Tanjungpinang turun langsung ke lapangan guna membantu proses pelepasan Jemaah Calon Haji menuju Batam,” ujar David Ferynando Syahputra mewakili rekan-rekannya.

David menjelaskan bahwa dirinya tidak bekerja sendiri. Ia didampingi oleh sesama penyuluh agama Kristen, yakni Darbinep Marojahan Simanjuntak, Perdinan Paruntungan Batubara, dan Samuel Edy Rerung Sulo. Kehadiran mereka memperkuat sinergi internal Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan tanpa memandang latar belakang agama.

Menurutnya, keterlibatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar dukungan teknis.

“Keterlibatan penyuluh agama Kristen dalam membantu kepanitiaan haji di Kota Tanjungpinang adalah wujud nyata moderasi beragama di Kepulauan Riau dan Indonesia. Ini menunjukkan toleransi aktif, kerja sama lintas iman, dan komitmen kebangsaan, di mana perbedaan agama tidak menghalangi pelayanan dan kerukunan,” tegasnya.

Para jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 diberangkatkan menggunakan kapal Ocean Dragon 7 menuju embarkasi di Batam. Dari sana, mereka akan melanjutkan perjalanan udara ke Arab Saudi. Suasana pelepasan berlangsung emosional, ditandai dengan lambaian tangan dan doa dari keluarga yang mengantar, menciptakan momen haru yang menyelimuti area pelabuhan.

Tahapan selanjutnya, pelepasan resmi tingkat embarkasi akan dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Riau pada Rabu (22/4/2026) pukul 07.00 WIB. Prosesi tersebut akan menjadi simbol keberangkatan resmi sebelum para jemaah diterbangkan menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Hang Nadim pada pukul 11.00 WIB di hari yang sama.

Keterlibatan aktif ASN lintas iman dalam momentum ini mempertegas wajah pelayanan publik yang inklusif dan harmonis. Lebih dari sekadar pelepasan ibadah haji, peristiwa ini menjadi refleksi nyata nilai-nilai kebangsaan, bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan dalam membangun kebersamaan dan persatuan.

 

Pewarta : Januar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *