Belakang Padang | Meski hujan deras mengguyur wilayah hinterland Batam, semangat kebersamaan tak surut di Kecamatan Belakang Padang. Sebanyak 25 tokoh masyarakat, pimpinan ormas, dan perwakilan lembaga keagamaan berkumpul di Kantor Urusan Agama (KUA) Belakang Padang untuk menghadiri rapat penting yang membahas sejumlah isu strategis bagi warga setempat, Senin (11/8/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala KUA Belakang Padang, Abdul Majid, S.Sy, dan dihadiri Kapolsek Belakang Padang AKP Asril, beserta perwakilan dari IPHI, IPIM, BMGQ, PHBI, Muslimat NU, pengurus masjid Al Adam, Masjid Nurul Huda, Masjid Jannatul Firdaus, Musholla Nur Iman, Yayasan YASMA, dan para tokoh masyarakat.
Empat agenda utama menjadi fokus pembahasan dalam forum ini:
1. Gerakan Pencatatan Surat Nikah (GAS Pencatatan Nikah)
KUA Belakang Padang mengajak masyarakat untuk melaporkan pernikahan yang belum tercatat secara resmi, khususnya pernikahan siri.
Abdul Majid menegaskan, pencatatan nikah sangat penting demi perlindungan hukum pasangan dan anak. Untuk mempermudah, KUA siap memfasilitasi program nikah massal gratis, asalkan warga bersedia melapor.
“Kami membutuhkan dukungan masyarakat. Jika ada keluarga atau tetangga yang belum tercatat, sampaikan kepada kami. Insha Allah kami bantu tanpa biaya,” tegasnya.
2. Fenomena Sosial dan Moral di Masyarakat
Rapat juga membahas aduan terkait penyakit masyarakat, termasuk praktik prostitusi yang dilaporkan terjadi di kawasan lang-lang laut beberapa waktu lalu. Abdul Majid mengajak seluruh pihak memberi edukasi kepada generasi muda tentang busana yang sesuai syariat, menjaga pergaulan, dan menghindari perilaku yang dapat merusak moral.
“Pendidikan akhlak dimulai dari rumah. Mari kita jaga anak-anak kita bersama,” pesannya.
3. Persiapan Doa dan Zikir Bersama HUT RI ke-80
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, KUA mengundang masyarakat untuk mengikuti acara doa bersama bagi para pejuang bangsa dan Presiden RI. Agenda ini diharapkan menjadi wujud rasa syukur sekaligus momen memupuk persatuan.
4. Persiapan “Belakang Padang Bersholawat”
Salah satu puncak acara keagamaan tahun ini adalah Belakang Padang Bersholawat, yang rencananya digelar pada 12 September 2025 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
KUA Belakang Padang mengajak semua pihak untuk menyukseskan acara ini agar menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan semangat cinta Rasulullah.
Meski dilaksanakan di tengah hujan deras, suasana rapat berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para tokoh lintas organisasi tampak saling bertukar pandangan, memberikan masukan, dan berkomitmen untuk berkolaborasi demi kemajuan moral, spiritual, dan sosial masyarakat Belakang Padang.
“Ini bukan sekadar rapat, tapi langkah bersama untuk menjaga marwah kampung kita,” ujar Kepala KUA Belakang Padang, Abdul Majid, S.Sy.
Dengan sinergi antara KUA, kepolisian, ormas, dan masyarakat, diharapkan Belakang Padang tak hanya menjadi pulau yang kaya budaya, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai agama dan persatuan di tengah arus modernisasi.





