Meriah ! Pertandingan Seru Warnai Malam Kesenian Pentas Rakyat Kebun Tempang

Belakang Padang | Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Belakang Padang semakin meriah dengan digelarnya malam kesenian pentas rakyat di RT 003 RW 004 Kebun Tempang, Sabtu malam (20/9/2025). Acara ini menjadi hiburan warga di malam kesenian setelah beberapa hari sebelumnya sukses dengan lomba-lomba siang hari.

Sejak sore, warga sudah berdatangan memenuhi lokasi kegiatan. Lampu-lampu hias berwarna-warni menghiasi panggung sederhana yang dibangun di halaman warga, menciptakan suasana penuh keakraban. Tua, muda, hingga anak-anak larut dalam semangat kebersamaan, menyaksikan jalannya berbagai perlombaan seni dan hiburan.

Bacaan Lainnya

Perlombaan yang ditunggu-tunggu meliputi fashion show anak-anak laki-laki dan perempuan, joget lambak, pop ye-ye, hingga karaoke. Setiap penampilan berhasil mencuri perhatian penonton. Anak-anak tampil percaya diri di atas panggung dalam balutan kostum unik, pasangan joget lambak menampilkan gerakan kompak yang mengundang gelak tawa, sementara peserta pop ye-ye dan karaoke menyuguhkan lagu-lagu penuh semangat dan nostalgia.

Acara ini dipandu dengan penuh semangat oleh Fildzah Hamimi Sinulingga sebagai pembawa acara. Dengan gaya interaktifnya, Fildzah mampu membuat suasana panggung hidup, bahkan sering mengajak penonton untuk ikut memberi semangat kepada para peserta.

Sementara itu, dewan juri yang terdiri dari Wan Hilda, Nurizan, dan Desi memiliki tugas yang tak ringan. Mereka harus memberikan penilaian secara adil dan objektif, mengingat setiap peserta memiliki penampilan menarik dengan gaya dan kreativitas masing-masing.

Boby, selaku panitia penyelenggara, menyampaikan rasa bangga sekaligus terharu melihat antusiasme warga.

“Alhamdulillah, pertandingan di malam kesenian ini berlangsung sangat meriah. Anak-anak, remaja, hingga orang tua semua ikut berpartisipasi. Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga menguatkan silaturahmi dan rasa kebersamaan kita di Kebun Tempang. Semoga tradisi ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ungkap Boby.

Selain sebagai ajang hiburan, malam kesenian ini juga menjadi wadah untuk menyalurkan bakat generasi muda di bidang seni dan budaya. Banyak warga berharap kegiatan serupa terus digelar setiap tahunnya sebagai simbol gotong royong dan semangat persatuan serta menjadi bukti nyata bahwa kemerdekaan tak hanya dirayakan dengan upacara dan lomba siang hari, tetapi juga dengan kesenian yang menyatukan hati masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *