Motif Lang Laut, Batik Karya Anak Belakang Padang yang Angkat Wibawa Budaya Melayu Pesisir

Batam | Di tengah perkembangan industri fesyen modern, karya batik kontemporer bernama Lang Laut hadir membawa identitas baru wastra pesisir Melayu dari kawasan hinterland Kota Batam. Karya ini merupakan hasil kreasi anak muda asal Belakang Padang, Rangga Gagak, yang memadukan unsur budaya maritim, ornamen Melayu, dan pendekatan desain modern dalam satu komposisi busana yang elegan.

Motif Lang Laut tampil menonjol melalui bentuk ornamental simetris pada bagian dada hingga badan bawah baju. Sekilas, motif utamanya menyerupai sayap burung elang yang mengembang di tengah ombak dan sulur-sulur pesisir. Dominasi warna hitam kebiruan, cokelat bumi, dan putih krem menghadirkan nuansa mewah, namun tetap berakar kuat pada karakter budaya Melayu kepulauan.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan motif batik klasik pada umumnya, Lang Laut hadir sebagai motif kreasi baru bergaya kontemporer. Kain ini dibuat menggunakan teknik batik printing, yakni proses cetak tekstil modern yang memungkinkan detail motif tampil lebih presisi, halus, dan simetris. Teknik tersebut dipilih untuk menghasilkan komposisi visual yang kompleks sekaligus nyaman digunakan sebagai busana formal maupun semi formal.

Menurut Rangga Gagak, motif Lang Laut lahir dari keresahan sekaligus kecintaannya terhadap identitas budaya masyarakat pulau yang mulai jarang diangkat dalam desain fesyen modern.

“Saya ingin membuat motif yang tidak hanya indah dipakai, tetapi juga punya cerita tentang masyarakat pesisir Melayu. Lang Laut menggambarkan keberanian, kebebasan, dan kekuatan orang-orang pulau yang hidup berdampingan dengan laut,” ujar Rangga Gagak, Sabtu (16/3/2019)

Ia menjelaskan, nama “Lang” diambil dari istilah Melayu yang merujuk pada burung elang, simbol keteguhan, kewibawaan, dan pandangan jauh ke depan. Sementara unsur “laut” menjadi representasi kehidupan masyarakat kepulauan yang tidak pernah lepas dari ombak, perjalanan, serta budaya maritim.

Pada bagian tengah motif, terlihat pola menyerupai sayap besar yang menjadi simbol harapan dan semangat merantau masyarakat pesisir. Ornamen sulur dan dedaunan melambangkan hubungan manusia dengan alam, sedangkan pola geometris pada latar menjadi perlambang adat, keteraturan hidup, dan keseimbangan budaya Melayu.

Rangga Gagak menuturkan, karya tersebut juga menjadi bentuk upaya memperkenalkan identitas Belakang Padang melalui medium fesyen modern yang lebih dekat dengan generasi muda.

“Belakang Padang punya identitas budaya yang kuat, tetapi sering dipandang hanya sebagai wilayah pulau biasa. Saya ingin menunjukkan bahwa anak pulau juga bisa melahirkan karya visual yang punya karakter dan filosofi sendiri,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa Lang Laut tidak hanya dirancang sebagai motif busana, tetapi juga sebagai identitas visual budaya pesisir modern yang dapat berkembang menjadi koleksi fesyen khas daerah.

Kehadiran Lang Laut sekaligus menunjukkan bagaimana generasi muda di wilayah hinterland Batam mulai berani menghadirkan karya kreatif berbasis budaya lokal dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan bagi pasar masa kini.

Dengan sentuhan desain modern namun tetap membawa ruh Melayu, Lang Laut menjadi simbol bahwa tradisi tidak harus tertinggal oleh zaman, melainkan dapat terus hidup melalui inovasi dan kreativitas anak muda daerah.

 

Pewarta : Ridwan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *