Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan ke 2.818 KPM di Belakang Padang

Belakang Padang | Sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap ketahanan pangan masyarakat, bantuan pangan berupa beras bulog kembali disalurkan kepada warga penerima manfaat di Kecamatan Belakang Padang. Program ini merupakan hasil kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dirumuskan melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan disalurkan secara nasional melalui Perum Bulog.

Di Belakang Padang sendiri, sebanyak 2.818 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdata sebagai penerima bantuan beras Bulog. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat serta menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan ekonomi global yang masih terus berlangsung.

Bacaan Lainnya

Asisten Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Adi Satria, menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan ini telah berjalan dengan baik dan menyasar seluruh kelurahan di wilayah Belakang Padang. Adapun rincian jumlah KPM per kelurahan adalah sebagai berikut:

  • Kelurahan Kasu: 717 KPM
  • Kelurahan Pecong: 208 KPM
  • Kelurahan Pemping: 177 KPM
  • Kelurahan Pulau Terong: 582 KPM
  • Kelurahan Sekanak Raya: 686 KPM
  • Kelurahan Tanjung Sari: 448 KPM

Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat khususnya  pulau terluar. Ia menekankan bahwa program ini bukan hanya bentuk bantuan logistik, tetapi juga simbol kepedulian negara terhadap rakyat di daerah terluar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Bappenas, serta Bulog atas kehadiran nyata bantuan pangan ini. Bagi masyarakat kami di pulau terluar, bantuan seperti ini sangat berarti dan menjadi bentuk perhatian pemerintah yang betul-betul dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE.

Ia juga berharap agar bantuan semacam ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan, termasuk membuka peluang penguatan ekonomi lokal.

“Harapan kami, ke depan akan ada lebih banyak program berbasis kebutuhan wilayah kepulauan seperti Belakang Padang, termasuk dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor-sektor ekonomi rakyat,” tambahnya.

Pendistribusian bantuan ini turut melibatkan aparatur kelurahan, RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat demi memastikan penyaluran berjalan adil, tepat sasaran, dan tanpa hambatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *