Pesantren Ramadan Dimulai, Program MBG di Batam Tetap Bergulir dengan Skema Khusus

Murid SD Negeri 004 Belakang Padang, Kota Batam saat menikmati makanan bergizi gratis beberapa waktu lalu

Batam | Pelaksanaan Pesantren Ramadan di seluruh satuan pendidikan di Kota Batam resmi dimulai pada Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap bulan suci ini diikuti oleh jenjang PAUD, SD, SMP, SKB hingga PKBM, dan berlangsung selama tiga hari hingga 25 Februari 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Pesantren Ramadan telah mengacu pada pedoman kalender pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembinaan karakter sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual peserta didik.

“Pesantren Ramadan menjadi momentum penting untuk menanamkan akhlak dan memperkuat karakter siswa. Pelaksanaannya berlangsung 23 sampai 25 Februari 2026 secara tatap muka di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Beragam aktivitas keagamaan digelar selama tiga hari tersebut, mulai dari pembinaan ibadah, kajian keislaman, hingga kegiatan edukatif bernuansa religi yang dikemas secara menarik. Setiap sekolah diberikan keleluasaan menyusun konsep kegiatan, selama tetap berorientasi pada pembentukan karakter dan penanaman nilai moral.

Di tengah pelaksanaan Pesantren Ramadan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan. Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, menegaskan bahwa distribusi bantuan gizi bagi siswa tidak dihentikan selama Ramadan, melainkan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.

“Program tetap berjalan. Selama Ramadan kita lakukan penyesuaian, mayoritas diberikan dalam bentuk makanan kering yang bisa dibawa pulang,” jelas Defri, Minggu (22/2).

Ia menerangkan, untuk sekolah umum, paket MBG dibagikan dalam bentuk makanan kering agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa di rumah. Sementara bagi sekolah berbasis pesantren, makanan siap santap akan diantar menjelang waktu berbuka. Adapun sekolah nonmuslim tetap menerima distribusi seperti hari biasa tanpa perubahan skema.

Setiap SPPG di lapangan, lanjut Defri, diberi kewenangan menyesuaikan pola penyaluran agar manfaat program tetap dirasakan siswa tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa.

Setelah rangkaian Pesantren Ramadan selesai, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung mulai 26 Februari hingga 14 Maret 2026. Proses pembelajaran tetap berjalan dengan jadwal yang telah disesuaikan selama bulan suci.

Dengan sinergi antara kegiatan keagamaan dan keberlanjutan program pemenuhan gizi, Pemerintah Kota Batam berharap suasana Ramadan di lingkungan pendidikan tidak hanya memperkuat spiritualitas siswa, tetapi juga tetap menjaga asupan gizi mereka secara optimal.

 

Pewarta : Said

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *