Belakang Padang | Semangat menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah mulai terasa hangat di lingkungan Kebun Tempang. Tahun ini, warga menghadirkan suasana berbeda melalui dekorasi tematik yang unik, penuh warna, dan sarat makna kebersamaan. Dua ikon utama yang menjadi pusat perhatian adalah “Pondok Mak Kite Ye” dan “Taman Upin Ipin”, yang berdiri megah menyambut setiap warga yang datang.
Di bagian depan, berdiri sebuah pondok bernuansa hijau cerah bertuliskan “Pondok Mak Kite Ye”. Desainnya dibuat menyerupai rumah kampung Melayu dengan sentuhan ornamen Islami di bagian atap. Hiasan motif klasik dan lampu LED yang mengelilingi bangunan menghadirkan suasana hangat dan meriah di malam hari.

Di sisi kanan dan kiri pondok, terpampang karakter anak-anak berpakaian muslim lengkap dengan peci dan busana sopan, menyimbolkan keceriaan generasi muda dalam menyambut Ramadan. Pondok ini bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol kebersamaan warga tempat berkumpul, berbincang, serta menjadi latar foto keluarga saat malam takbiran dan perayaan Idulfitri.
Memasuki area berikutnya, warga disambut gerbang bertuliskan “Taman Upin Ipin”. Konsep ini dihadirkan untuk menarik perhatian anak-anak sekaligus menghadirkan suasana ceria yang ramah keluarga. Lampu gantung warna-warni dirangkai melintang di atas gerbang, memancarkan cahaya lembut yang menari di permukaan jalan saat malam tiba.
Karakter-karakter kartun bernuansa Islami berdiri menghiasi pintu masuk, seolah mengajak anak-anak untuk turut merasakan kegembiraan Ramadan. Di bagian dalam, dipasang latar bergambar kebersamaan keluarga dan nuansa kampung, memperkuat pesan bahwa Ramadan adalah tentang pulang, tentang keluarga, dan tentang mempererat tali silaturahmi.
Pembina PPTG Kebun Tempang, Izhar, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian dekorasi ini lahir dari semangat gotong royong warga.
“Ramadan bukan hanya soal ibadah pribadi, tapi juga bagaimana kita memperkuat ukhuwah dan kebersamaan. Dekorasi ini bukan semata untuk perlombaan atau hiasan, melainkan wujud kekompakan masyarakat. Kami ingin anak-anak merasakan suasana Ramadan yang penuh kegembiraan dan nilai kebersamaan,” ujar Izhar, Jum’at (20/2) malam.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kampung yang harmonis.
“Kami berharap, dengan adanya Pondok Mak Kite Ye dan Taman Upin Ipin ini, suasana Ramadan dan Idulfitri 1447 H semakin terasa hangat. Warga bisa berkumpul, berinteraksi, dan saling menguatkan. Inilah makna sebenarnya dari menyambut bulan suci,” tambahnya.
Persiapan dilakukan secara bertahap, mulai dari perancangan desain, pembuatan rangka, pengecatan, hingga pemasangan lampu dan ornamen. Kaum bapak bertugas menyusun konstruksi dan instalasi listrik, sementara ibu-ibu dan remaja membantu menghias dan menyiapkan detail dekorasi. Anak-anak pun turut berperan, menyemarakkan suasana dengan tawa dan antusiasme mereka.
Ketika malam tiba, cahaya lampu yang memancar dari Pondok Mak Kite Ye dan Taman Upin Ipin menciptakan pemandangan yang menawan. Kilauan lampu LED, ornamen warna-warni, serta sentuhan nuansa Islami berpadu menjadi satu, membentuk ruang kebersamaan yang hidup.
Semarak ini bukan hanya untuk menyambut Ramadan 1447 H, tetapi juga untuk memeriahkan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Warga berharap, ketika takbir berkumandang dan hari kemenangan tiba, suasana kampung sudah dipenuhi cahaya, senyum, dan kehangatan persaudaraan.
Dari Kebun Tempang, pesan sederhana ini pun terpancar: Ramadan adalah tentang cahaya cahaya iman, cahaya kebersamaan, dan cahaya harapan. Dan melalui kreativitas serta gotong royong, warga membuktikan bahwa kebahagiaan dapat diciptakan bersama, dimulai dari lingkungan sendiri.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili





