Pria 59 Tahun Ditemukan Meninggal di Tumpukan Sampah Pasar Induk Jodoh, Diduga Karena Sakit

Batam | Aktivitas pagi di kawasan Pasar Induk Jodoh, Kecamatan Lubuk Baja, mendadak gempar setelah warga menemukan sesosok pria tergeletak tak bernyawa di dekat tumpukan sampah, Selasa (7/4) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban diketahui berinisial SA (59). Ia pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah mencari barang miliknya yang hilang di area pembuangan sampah pasar. Saat menyisir lokasi, saksi dikejutkan dengan keberadaan tubuh pria yang terbaring tanpa gerakan di antara tumpukan sampah.

Merasa ada yang janggal karena korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, saksi segera memanggil petugas keamanan pasar. Keduanya kemudian kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi pria tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, korban dipastikan telah meninggal dunia.

Peristiwa itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Lubuk Baja segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Barelang dan pihak Rumah Sakit Bhayangkara.

Tak lama berselang, tim Inafis bersama ambulans tiba dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Benar, korban atas nama SA, usia 59 tahun. Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit,” ujarnya, Rabu (8/4).

Meski tidak ditemukan indikasi kekerasan, polisi mencatat adanya luka gores pada bagian tumit kaki korban yang diduga akibat pecahan kaca di sekitar lokasi. Saat ditemukan, korban juga tidak membawa identitas.

Kasus ini pun telah ditangani pihak kepolisian, sementara jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

 

Pewarta : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *