Batam | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, akan kembali dilaksanakan mulai 20 Juli 2026 setelah sempat dihentikan selama masa libur sekolah. Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dijadwalkan beroperasi secara serentak mengikuti kalender pendidikan yang ditetapkan Pemerintah Kota Batam.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Batam, Defri Frenaldi, mengatakan keputusan mengaktifkan kembali seluruh dapur MBG mengacu pada edaran Dinas Pendidikan Kota Batam mengenai jadwal masuk sekolah.
“Kami akan kembali operasional mulai minggu depan. Kita mengikuti kebijakan daerah terkait libur sekolah dan seluruh dapur akan kembali beroperasi secara serentak,” ujar Defri, Rabu (15/7).
Meski sebagian sekolah di Batam telah memulai kegiatan belajar mengajar pada pekan ini, distribusi makanan bergizi baru akan dimulai bersamaan pada 20 Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan Program MBG di seluruh satuan pendidikan berlangsung seragam.
“Tetap akan mulai secara serentak pada tanggal 20, kita mengikuti edaran Dinas Pendidikan Kota Batam,” katanya.
Selain menyasar peserta didik, Program MBG juga tetap diperuntukkan bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Defri menjelaskan mekanisme penyaluran untuk kelompok tersebut masih mengacu pada ketentuan yang berlaku sebelumnya, yakni distribusi makanan dilakukan dua kali dalam sepekan.
Menurutnya, pemerintah masih menunggu petunjuk teknis (juknis) terbaru apabila nantinya terdapat perubahan mekanisme pelaksanaan.
“Ke depan mungkin akan ada juknis baru, tetapi selama belum ada, yang lama masih berlaku,” ujarnya.
Untuk hari pertama pelaksanaan kembali Program MBG, belum ada menu khusus yang disiapkan. Saat ini, fokus utama adalah memastikan seluruh dapur siap beroperasi sehingga distribusi makanan kepada seluruh penerima manfaat dapat berjalan lancar sejak hari pertama.
Hingga saat ini, terdapat 139 dapur SPPG yang telah beroperasi di Kota Batam. Selain itu, sembilan dapur lainnya telah mengantongi surat keputusan (SK), namun masih dalam tahap persiapan operasional.
Melalui jaringan dapur tersebut, Program MBG di Batam telah menjangkau 257.421 pelajar, 51.030 penerima kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta 17.399 guru di berbagai sekolah.
Sebelumnya, Program MBG dihentikan sementara sejak 29 Juni 2026 mengikuti masa libur sekolah. Selama periode tersebut, seluruh layanan dapur SPPG tidak beroperasi sehingga distribusi makanan kepada peserta didik maupun kelompok 3B ikut dihentikan.
Dengan kembali beroperasinya seluruh dapur pada 20 Juli 2026, pemerintah berharap layanan pemenuhan gizi bagi pelajar, guru, serta kelompok rentan di Kota Batam dapat kembali berjalan optimal seiring dimulainya aktivitas belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Editor : Aken





