Puskesmas Belakang Padang Perkenalkan Integrasi Layanan Primer, Syamsurijal, SKM : Menyelaraskan Pelayanan Kesehatan Berbasis Siklus Hidup

Belakang Padang |Sesuai Permenkes No 19 Tahun 2024, Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas Belakang Padang memperkenalkan dan menerapkan pelayanan terkait Integrasi Layanan Primer (ILP).

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan, Kepala UPT Puskesmas Belakang Padang, Syamsurijal, SKM terkait pemahaman mendalam tentang pentingnya pelayanan ILP di Puskesmas Kecamatan Belakang Padang, Selasa, (11/3/2025)

Menurut Syamsurijal, SKM, selaku Kepala UPT Puskesmas Belakang Padang, penerapan ILP merupakan upaya strategis untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Integrasi Layanan Primer (ILP) ini berbeda dengan pendekatan program sebelumnya. Kami kini lebih fokus pada pendekatan berbasis siklus hidup, yang artinya kami menyesuaikan pelayanan berdasarkan tahapan usia dan kebutuhan kesehatan masyarakat,” ungkap Syamsurijal, SKM.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa melalui ILP, Puskesmas dapat mengoordinasikan pelayanan untuk ibu hamil, bayi, anak prasekolah, remaja, hingga lansia.

“Dengan adanya klaster pelayanan yang jelas, seperti Klaster Ibu dan Anak serta Klaster Penanggulangan Penyakit Menular, kami berharap bisa memberikan layanan yang lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Ia memberikan penjelasan lebih detail tentang bagaimana ILP diterapkan di Puskesmas Belakang Padang.

“Kami tidak lagi melihat kesehatan masyarakat hanya sebagai tugas program, tetapi sebagai bagian dari siklus kehidupan yang harus didukung sejak masa kehamilan hingga usia lanjut,” jelasnya.

Beliau menambahkan, ILP memungkinkan kami untuk lebih proaktif dalam memberikan pelayanan. Misalnya, kami dapat melakukan skrining kesehatan pada remaja atau memberikan edukasi tentang gizi seimbang untuk ibu hamil tanpa harus terikat pada program tertentu. Ini lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Syamsurijal, SKM juga mengatakan, pelayanan puskesmas Belakang Padang sudah menerapkan ILP (integrasi layanan primier). Jadi tidak ada lagi namanya poly – poly pelayanan tapi sudah menjadi kluster.

Pelayanan ILP di Puskesmas Belakang Padang diorganisasikan ke dalam beberapa klaster yang saling terkoordinasi, Klaster Manajemen: Mengatur alur dan kualitas pelayanan di Puskesmas, Klaster Ibu dan Anak: Fokus pada kesehatan ibu hamil, persalinan, dan masa nifas. Klaster Kesehatan Usia Dewasa dan Lansia: Melayani kesehatan orang dewasa dan lanjut usia, termasuk deteksi dini penyakit tidak menular, Klaster Penanggulangan Penyakit Menular: Berfokus pada pencegahan dan pengendalian penyakit menular seperti TBC dan DBD.

“Setiap klaster memiliki fokus tersendiri, ada penanggungjawabnya, dokternya termasuk bidan dan perawatnya masing – masing. Namun semuanya berintegrasi untuk memberikan pelayanan yang holistik,” ujar Syamsurijal, SKM.

Dikatakannya, jadi puskesmas Belakang Padang sudah menerapkan tahap tahap seperi itu, untuk pemeriksaan di mulai dari skrining yang wajib dilakukan 1 kali dalam satu tahun.

“Masyarakat Indonesia, terutama di Kecamatan Belakang Padang harus melakukan skrining kesehatan
Mulai dari tinggi badan, berat badan dan pemeriksaan fisiknya, kesehatan nya, tensi darahnya dan juga yang termasuk usia 40 tahun ke atas kita sudah harus melakukan pemeriksaan yang lebih selektif dari fisik, tensinya, kolesterolnya, asam uratnya pemeriksaan gula darahnya termasuk juga pemeriksaan jantung melalui EKG,” papar Syamsurijal, SKM.

Untuk diketahui, Puskesmas Belakang Padang sudah ditunjang dengan alat – alat untuk pemeriksaan tersebut, terutama sudah ada laboratorium dan juga alat EKG untuk pemeriksaan jantung, alat USG untuk deteksi kelainan kelainan pada ibu hamil dan juga USG payudara.

Diakuinya, mungkin selama ini ada beberapa hal yang menjadi keluhan masyarakat Belakang Padang terkait kendala sedikit lamanya pemeriksaan dan pelayanan di puskesmas Belakang Padang.

“Ini mohon maaf, mohon izin terkait agak sedikit lamanya pemeriksaan dan pelayanan tersebut karna kita melakukan skrining itu harus betul – betul dilakukan secara detail dan jangan hasilnya salah dan tidak boleh hasilnya asal asalan, seperti itu.
Supaya hasilnya akurat,” imbuhnya.

Ditambahkannya, terkait Cek Kesehatan Gratis yang sejalan dengan program Astacita Presiden RI Prabowo. Dimana Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai rewardnya atau penghargaannya bagi yang sedang berulang tahun sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025

Lanjutnya, dengan demikian. Puskesmas tidak hanya berperan sebagai tempat berobat, tetapi juga sebagai pusat kesehatan yang proaktif dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.

Syamsurijal, SKM berharap bahwa dengan adanya ILP, Puskesmas Belakang Padang dapat lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan kesehatan di masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kami, sehingga masyarakat tidak hanya datang saat sakit, tetapi juga untuk menjaga kesehatannya tetap optimal,” tutup Syamsurijal, SKM.

Dengan pendekatan ILP ini, Puskesmas Belakang Padang berusaha menjadi mitra kesehatan masyarakat yang lebih tanggap dan berkualitas, mendukung serta mencapai derajat kesehatan yang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *