Belakang Padang | Angin puting beliung yang terjadi pada Selasa (12/8) sore sekitar pukul 18.00 WIB menyebabkan kerusakan serius pada sejumlah bangunan di Kecamatan Belakang Padang, termasuk Kafe Daminsa yang berlokasi di Kampung Melayu, Kelurahan Sekanak Raya.

Atap kafe milik Anjanil Bin Yusuf dilaporkan roboh dan beterbangan akibat terjangan angin yang cukup ekstrem. Dalam pantauan langsung di lokasi, rangka atap dari baja ringan dan kayu terlihat rusak parah. Sebagian besar penutup atap hilang, meninggalkan area dapur dan ruang pelayanan terbuka langsung ke langit.
Salah satu pekerja kafe mengaku kaget dengan kejadian tersebut karena angin datang secara tiba-tiba tanpa hujan. “Angin datang mendadak, atap langsung terangkat dan jatuh. Untung tidak ada korban jiwa,” ujar Andi kepada posmetrobatam, Rabu (13/8/2025).
Selain Kafe Daminsa, laporan kerusakan akibat angin puting beliung juga menimpa rumah milik Kamis Bin Dekek di Kp. Melayu RT 004/RW 004, serta kios minyak milik Dahlan Bin Ismail di Pulau Lengkang RT 001/RW 005.
Ketua RT 004/RW 004 Indarno menuturkan, selain merusak atap rumah warga, angin puting beliung juga menyebabkan kabel listrik putus dan amper lepas.
“Kami berharap ada bantuan segera dari pihak terkait untuk membantu warga memperbaiki rumah dan memulihkan kondisi listrik yang rusak,” ungkap Indarno
Kasi Pemberdayaan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Sekanak Raya, Zawawi, mengatakan pihaknya akan segera melaporkan kejadian ini ke pihak kecamatan untuk bisa ditindaklanjuti.
“Kami sudah melakukan pendataan awal dan memastikan tidak ada korban jiwa. Langkah selanjutnya adalah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk penanganan lebih lanjut, termasuk bantuan darurat bagi warga terdampak,” ujarnya kepada wartawan posmetrobatam.co.id
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu.
Hingga kini, total kerugian akibat bencana puting beliung belum dapat diketahui.





