Sambangi Pulau Belakang Padang, Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim dari Kalimantan Barat Kunjungi Kerabat

Belakang Padang | Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, bersama keluarga besar Kerajaan Amantubillah Mempawah, mengunjungi kerabat di Kecamatan Belakang Padang atau yang dikenal dengan Pulau Penawar Rindu, Sabtu (22/2/2025) sekitar pukul 17.00.wib sore.

Bacaan Lainnya

Kunjungan kekerabatan ini guna mempererat hubungan persaudaraan serta memperkokoh tali silaturahmi antara Kerajaan Amantubillah dengan kerabat yang berada di Kecamatan Belakang Padang.

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk berbagi budaya, sejarah, dan tradisi, mengingat kesamaan akar sejarah dan budaya di antara dua provinsi tersebut. Kunjungan ini diwarnai dengan sambutan hangat dari pihak keluarga Nur Hasanah yang merupakan Lurah Pulau Terong dan Suami serta juga turut dihadiri Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE.

Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim mengatakan, kunjungannya ke pulau Belakang Padang Kota Batam dalam rangka bersilaturrahmi dengan keluarga besar dan kerabat.

“Silaturrahmi dengan keluarga besar kita dan kerabat – kerabat kita dengan memperkuat tali silaturrahmi diantara kami. Dan memberi semangat kepada kerabat – kerabat, bagaimana kita bisa membangun bangsa ini bersama, karna silaturrahmi itu paling penting memajukan sesama kita,” ujar Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim.

Sementara itu, Nurhasanah kerabat dari  Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim mengungkapkan, rasa bangga dan terhormat ketika dikunjungi seorang Raja.

“Alhamdulillah, ini suatu anugerah dari Allah SWT. Terasa bangga dan terhormat ketika mendapat kunjungan silaturrahmi dari Raja Mempawah XIII Beserta keluarga, semoga membawa keberkahan untuk Belakang Padang,” ungkap Nur Hasanah.

Senada itu, Cipto juga menyampaikan rasa harunya ketika dikunjungi Raja Mempawah XIII.

“Dengan kunjungan Raja Mempawah XIII. Kami sangat terharu, bangga pasti,” ujar Cipto

Dikesempatan pertemuan itu, Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi SE, mengatakan, dengan berkunjungnya Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim di pulau Belakang Padang ini, semoga membawa keberkahan untuk kita semua.

“Alhamdulillah, dengan pertemuan sore ini semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” sebut Abdul Hanafi, SE.

Kebersamaan dalam kultural adalah ikatan yang terjalin melalui pemahaman dan apresiasi terhadap nilai, tradisi, dan warisan budaya yang dimiliki bersama. Ketika berbagai kelompok, suku, atau negara berkumpul dalam semangat kultural, mereka dapat merasakan adanya persamaan nilai dan identitas, meskipun memiliki perbedaan latar belakang. Hal ini menciptakan ruang bagi penghargaan dan pertukaran budaya, sehingga memperkuat solidaritas dan rasa saling memiliki.

Dalam konteks kerajaan atau komunitas tradisional seperti Kerajaan Amantubillah Mempawah yang melakukan kunjungan ke Belakang Padang, Kota Batam kebersamaan kultural memperkuat hubungan diplomatik dan membuka peluang kolaborasi dalam bidang seni, adat istiadat, dan pelestarian sejarah.

Maka dari itu, Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim menekankan pentingnya mempererat tali persaudaraan dan persahabatan yang berbagi akar budaya dan sejarah.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar kunjungan ini menjadi momentum untuk saling belajar, bertukar budaya, dan memperkaya nilai-nilai tradisi yang dimiliki bersama.

Diakhir pertemuan silaturrahmi, Cipto dan Nur Hasanah menerima PIN BUAYA KUNING. Penyematan pin tersebut dilakukan langsung oleh Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim beserta isteri.

Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim menjelaskan bahwa penyematan pin buaya kuning ini merupakan tanda bahwa Cipto dan Nur Hasanah adalah bagian dari kekerabatan Istana Amantubillah Mempawah.

“Penyematan pin ini adalah simbol bahwa  bagian dari keluarga besar Istana Amantubillah Mempawah,” ujar Raja Mempawah XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim.

Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya kekerabatan dan kebersamaan dalam menjaga warisan budaya dan tradisi. Penyematan pin buaya kuning ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara pulau Belakang Padang dan Istana Amantubillah Mempawah, serta menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *