Strategi Penanggulangan Migran di Batam, Gencarkan Peran Satgas PMI Lewat Penyematan Rompi

Batam | Meski Satuan Tugas Penanggulangan Migran Indonesia (Satgas PMI) Kota Batam sudah terbentuk sejak beberapa bulan lalu, namun tak membuat Satgas PMI Kota Batam, Provinsi Kepri, berpuas diri. Terbaru, seluruh anggota satgas dibekali atribut berupa rompi sebagai identitas diri agar lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Kegiatan penyerahan dan penyematan rompi Satgas PMI Kota Batam berlangsung di salahsatu kedai kopi Asun di Prima Garden, Jalan Marina, Kota Batam, Rabu (25/6/2025)

Bacaan Lainnya

Itulah salah satu strategi Satuan Tugas Penanggulangan Pekerja Migran Indonesia (Satgas PMI) Kota Batam dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi pekerja migran Indonesia, baik yang masih berada di luar negeri maupun yang telah kembali ke tanah air. Apalagi saat ini, Provinsi Kepri khususnya Kota Batam menjadi lokasi transit paling diminati oleh pemain-pemain PMI ilegal.

Dari data yang tercatat, pada tahun 2024 ada sekitar 1.014 orang yang dideportasi dari Malaysia dan dicegah oleh Imigrasi untuk berangkat. Angka itu mengalami peningkatan, karena pada awal 2025 ini tercatat sudah mencapai 2.040 orang.

Ketua Satgas PMI Kota Batam, Arba Udin menyampaikan, dengan penyerahan dan penyematan rompi, diharapkan kinerja para relawan Satgas PMI Kota Batam bisa lebih maksimal, percaya diri, mudah dikenali warga, dapat memberikan contoh, dan lebih bertanggung jawab lagi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Dengan atribut resmi Satgas PMI Kota Batam ini, diharapkan lebih mempererat silaturahmi sesama anggota Satgas PMI Kota Batam guna memperkuat koordinasi dalam menjalankan misi kemanusiaan,” ungkap Arba Udin yang kerap disapa Udin Pelor.

Lanjutnya, Semoga keberadaan Satgas PMI dapat dalam memberikan pendampingan, advokasi, hingga bantuan langsung kepada para PMI yang membutuhkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *