Tasyukuran Warga Baru PSHT Batam 2026, Ketua Cabang Pesankan “Ojo Dumeh”: Tetap Rendah Hati dan Jaga Persaudaraan

Batam | Keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Batam Pusat Madiun menggelar Tasyukuran Warga Baru PSHT Tahun 2026 di Padepokan PSHT Kota Batam, Graha Mas, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Sabtu (8/8/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan tersebut menjadi momentum bagi warga baru PSHT untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai luhur yang menjadi landasan organisasi.

Pesan utama disampaikan Ketua PSHT Cabang Kota Batam, Kang Mas Zainal Abidin. Ia mengingatkan seluruh warga baru agar tidak larut dalam rasa bangga setelah menyandang status sebagai warga PSHT.

Ia menekankan pentingnya sikap rendah hati melalui falsafah Jawa “Ojo Dumeh”, yang berarti jangan sombong atau jangan merasa lebih tinggi dari orang lain.

«“Ojo dumeh, artinya jangan sombong. Jangan karena kita sudah menjadi warga PSHT kemudian merasa lebih hebat dari orang lain. Tetap rendah hati, menjaga persaudaraan, menghormati sesama dan mengamalkan nilai-nilai luhur PSHT,” pesan Zainal Abidin.»

Menurut Zainal, menjadi warga PSHT bukan sekadar memiliki kemampuan dalam bela diri. Lebih dari itu, proses yang dijalani harus mampu membentuk karakter, akhlak, sikap dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengingatkan falsafah “Suro Diro Joyo Deningrat Lebur Dening Pangastuti”, yang mengandung pesan bahwa kekuatan, kesombongan dan keburukan hendaknya dapat dilebur melalui kasih sayang, kebaikan, kesabaran serta kebijaksanaan.

“Jadilah warga PSHT yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga, organisasi dan masyarakat. Di mana pun berada, jaga nama baik PSHT dan junjung tinggi ajaran serta nilai-nilai luhur Persaudaraan Setia Hati Terate,” tegasnya.

Tasyukuran Diwarnai Potong Tumpeng dan Reog Ponorogo

Ketua Panitia, Mas Dodi Setiawan, mengatakan rangkaian tasyukuran diawali dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas bertambahnya warga baru PSHT tahun 2026.

Suasana kegiatan kemudian semakin meriah dengan penampilan Reog Ponorogo PSHT Batam. Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para peserta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan seni dan budaya yang berkembang di lingkungan keluarga besar PSHT.

Sejumlah tokoh dan jajaran pengurus turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Dewan Cabang SH-Terate Kota Batam Kang Mas Drs. Budi Krismanjawan, Anggota Dewan Cabang Kang Mas Jono Fahrudin dan Kang Mas Nur Sechan, serta sesepuh SH-Terate Kota Batam Kang Mas Bashori Syah.

Hadir pula Ketua SH-Terate Cabang Kota Batam Kang Mas Zainal Abidin, Ketua I Korbid Organisasi Kang Mas Solihin, Ketua II Korbid Kepelatihan Kang Mas Danang Suwito, serta Ketua III Korbid Kesejahteraan dan Sumber Daya Masyarakat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua IPSI beserta pengurus Kota Batam, jajaran pengurus cabang, para ketua ranting, sesepuh SH-Terate Cabang Kota Batam, tokoh masyarakat, serta Ketua RT dan Ketua RW Perumahan Graha Mas.

Dukung Padepokan dengan 50 Unit Kursi

Selain menjadi ajang silaturahmi dan tasyukuran, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan dukungan nyata Keluarga Besar PSHT Cabang Kota Batam Pusat Madiun terhadap keberlangsungan aktivitas di Padepokan PSHT Kota Batam.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan 50 unit kursi untuk menunjang berbagai kegiatan di padepokan.

Bantuan itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas organisasi, latihan, pembinaan, kegiatan sosial maupun kegiatan seni dan kebudayaan yang dilaksanakan keluarga besar PSHT.

Tasyukuran Warga Baru PSHT Tahun 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan dan persaudaraan seluruh keluarga besar PSHT Cabang Kota Batam.

Dengan semangat “Memayu Hayuning Bawono”, PSHT diharapkan terus melahirkan manusia berbudi luhur yang mampu menjaga persaudaraan, menghormati sesama dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta Kota Batam.

Pesan “Ojo Dumeh” pun menjadi pengingat bagi seluruh warga baru bahwa semakin tinggi ilmu dan kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk tetap rendah hati, menjaga persaudaraan dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

 

 

Pewarta : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *