Tragedi di Bukit Senyum: Tarif Kurang Rp50 Ribu, Pria Muda Tikam Wanita Penghibur dengan Gunting

Batam | Bukannya membayar penuh, seorang pria muda justru berubah menjadi pelaku penusukan sadis. Hanya karena kekurangan Rp50 ribu, seorang wanita penghibur berinisial P (48) harus mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh setelah diserang menggunakan gunting oleh pelanggannya, If (26).

Peristiwa berdarah ini terjadi pada Jumat dini hari, 18 Juli 2025, sekitar pukul 00.10 WIB, di sebuah kamar sewaan kawasan Bukit Senyum, Jalan Prambanan RT 003 RW 007, Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batuampar, Batam.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Batuampar, Iptu M. Brata Ul Husna, pelaku dan korban sebelumnya telah sepakat melakukan hubungan badan dengan tarif Rp150 ribu. Namun saat di kamar, pelaku hanya membawa Rp100 ribu, dan menolak membayar sisanya.

“Korban meminta pembayaran sesuai kesepakatan sebelum melayani pelaku. Tapi pelaku justru keluar kamar, mengambil gunting, lalu kembali dengan niat jahat,” ungkap Brata, dikutip Sabtu (19/7/2025)

Tak hanya menolak membayar, pelaku juga berencana mencuri barang-barang korban. Namun niat jahat itu berubah menjadi tindakan keji ketika ia langsung menikam korban di bagian tangan dan panggul menggunakan gunting tajam.

Korban yang menjerit kesakitan membuat warga sekitar panik. Warga kemudian mendobrak pintu kamar dan mendapati korban dalam kondisi berlumuran darah. Ia langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, sementara pelaku berhasil diamankan tak lama setelah kejadian.

“Korban mengalami luka tusuk di tangan kanan dan kiri, paha kanan, serta goresan di perut. Dari hasil visum, korban mendapat tujuh jahitan di tangan dan tiga di bagian bokong,” terang Brata.

Saat ini, polisi masih mendalami lebih lanjut motif pelaku, termasuk dugaan upaya pencurian yang gagal. Kasus ini pun menambah daftar panjang kekerasan yang menimpa perempuan dalam situasi rentan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *