Udin Pelor Ucapkan Selamat kepada Sugianto SH, Dorong Pencak Silat Menjadi Ikon Budaya Melayu Kepulauan Riau

Batam | Tokoh Melayu Kepulauan Riau yang juga dikenal sebagai Panglima Gagak Hitam, Udin Pelor, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Sugianto, SH atas terpilihnya secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2030 dalam Musyawarah Provinsi IPSI yang digelar pada Minggu (26/7/2026).

Menurut Udin Pelor, amanah yang kembali diberikan kepada Sugianto merupakan bentuk kepercayaan besar dari seluruh insan pencak silat di Kepulauan Riau. Ia berharap kepemimpinan tersebut mampu membawa IPSI Kepri semakin maju, solid, dan berprestasi, baik dalam pembinaan atlet maupun dalam menjaga kelestarian seni budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.

Selain menyampaikan ucapan selamat, Udin Pelor juga menyampaikan aspirasi dan dukungannya agar seni pencak silat semakin mendapat tempat dalam berbagai kegiatan adat dan budaya Melayu di Kepulauan Riau. Menurutnya, pencak silat tidak hanya dipandang sebagai cabang olahraga bela diri, tetapi juga merupakan warisan budaya yang sarat akan nilai-nilai luhur, etika, tata krama, serta filosofi kehidupan masyarakat Melayu.

“Pencak silat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri budaya Melayu. Karena itu, saya berharap seni pencak silat dapat kembali dihidupkan dalam berbagai prosesi adat, penyambutan tamu kehormatan, festival budaya, hingga kegiatan kemasyarakatan sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur,” ujar Udin Pelor.

Ia juga mengucapkan selamat kepada Sugianto, SH atas amanah yang diemban untuk memimpin IPSI Kepri selama empat tahun ke depan.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Sugianto SH atas terpilihnya sebagai Ketua IPSI Kepulauan Riau periode 2026–2030. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, IPSI semakin berkembang, melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus mampu mengangkat seni pencak silat sebagai identitas budaya Melayu yang semakin dikenal dan dicintai masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Udin Pelor menegaskan bahwa upaya melestarikan seni pencak silat bukan hanya menjadi tanggung jawab IPSI semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Perguruan silat, pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda diharapkan dapat bersinergi untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya tersebut.

Ia optimistis, dengan kepemimpinan baru IPSI Kepri dan dukungan semua pihak, seni pencak silat tidak hanya berkembang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga semakin kokoh sebagai ikon budaya Melayu Kepulauan Riau yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

 

 

Pewarta : Eko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *