Viral! Video Keluhan Pelayanan Klinik di Batam Jadi Sorotan, Kimia Farma Buka Suara

Batam | Sebuah video berdurasi 52 detik yang memperlihatkan keluhan keluarga pasien terhadap pelayanan di sebuah klinik di Kecamatan Sekupang, Kota Batam, viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Video yang diunggah akun TikTok @ibupetualang itu memperlihatkan seorang anak perempuan dalam kondisi lemas berada di ruang tunggu klinik bersama keluarganya. Dalam rekaman tersebut, perekam video menyebut sang anak mengalami muntah-muntah dan membutuhkan penanganan medis.

Suasana dalam video semakin menyita perhatian setelah pihak keluarga menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan yang dinilai kurang responsif. Perekam video juga menyebut lokasi kejadian berada di Klinik Kimia Farma Batam.

Unggahan tersebut kemudian ramai dibagikan di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam komentar dari netizen. Dalam narasi yang beredar, muncul pula dugaan pelayanan yang dianggap kurang maksimal terhadap pasien pengguna BPJS. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang memastikan dugaan tersebut.

Menanggapi viralnya video itu, pihak Kimia Farma menyatakan telah melakukan komunikasi dan pertemuan dengan keluarga pasien guna mendengarkan langsung kronologi kejadian serta menerima masukan terkait pelayanan di Klinik Kimia Farma Kota Batam.

Corporate Communications Kimia Farma, Anisa Husnu, mengatakan perusahaan saat ini tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan objektif terkait peristiwa tersebut.

“Perusahaan mengedepankan prinsip patient safety dan standar layanan yang berlaku di perusahaan untuk mendapatkan kesimpulan maupun penilaian,” ujar Anisa dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).

Ia menegaskan Kimia Farma berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian penting bagi perusahaan dalam melakukan perbaikan dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal secara berkelanjutan,” tutupnya.

 

Editor : Aken

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *