Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE
Belakang Padang | Meski kini tak lagi menjadi pusat kota Batam. Namun, pesona Belakang Padang tetap kuat dan mampu memikat wisatawan lokal maupun mancanegara.
Suasana tenang di Belakang Padang yang dijuluki Pulau Penawar Rindu, serta pemandangan memesona menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan.
Letaknya yang menghadap langsung ke Negeri Singapura membuat deretan gedung pencakar langit bisa dinikmati dengan jelas dari pelantar kuning Belakang Padang.
Selain pesona alam dan budaya Melayu yang kental, Kecamatan Belakangpadang juga menyimpan kekayaan kuliner yang patut dijelajahi para wisatawan dengan ragam makanan khas yang menggugah selera.
Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi, SE menyebutkan salah satu kuliner yang paling banyak diminati para wisatawan yakni, mie sagu khas Belakang Padang yang terbuat dari tepung sagu dan disajikan dengan kuah pedas gurih serta potongan ikan laut segar. Teksturnya yang kenyal dan cita rasa yang unik menjadikannya menu favorit warga lokal maupun para wisatawan.
Tak kalah menariknya adalah otak-otak bakar, jajanan tradisional yang dibungkus daun kelapa dan dipanggang di atas bara api. Dengan isian daging ikan segar yang dibumbui rempah khas Melayu, otak-otak Belakang Padang memiliki aroma dan rasa yang autentik.
Kemudian, Prata. Hidangan ini memang populer di Batam, terutama di kawasan Tiban. Namun, menurut Abdul Hanafi, banyak penjual prata di Tiban sebenarnya berasal dari Belakang Padang.
Lanjutnya, adalagi menu Asam pedas, hidangan khas Melayu yang disajikan dengan cita rasa pulau yang kental, Lense ikan dingkis dengan hidangan ikan digoreng dengan sedikit minyak. Ikan dingkis terbaik bisa dinikmati saat musim bertelur, yakni sekitar Februari hingga Maret.
“Waktu itu, rasa gurihnya makin kuat. Nikmatnya luar biasa,” ujar Abdul Hanafi, SE, Minggu (22/6/2025)
Ditambahkannya, berbagai menu lainnya juga banyak diminati para wisatawan, seperti Rujak keling, Pulut Serunding, Nasi Lemak, Roti Kirai, Mie Touche dan lain – lannya.
Bagi pecinta seafood, Kuliner di Belakang Padang juga menyuguhkan berbagai olahan laut segar seperti, kepiting saus padang, kerang rebus hingga ikan bakar sambal kecap. Beberapa warung bahkan menyajikan hasil tangkapan langsung dari nelayan setempat.
Jangan lewatkan juga kue-kue tradisional Melayu, seperti : nagasari, kue talam ubi, dan kue bangkit serta snack berbagai aneka ragam keripik yang kerap dijumpai di pasar Belakang Padang atau kios rumahan yang cocok dijadikan oleh-oleh Khas Belakang Padang.
kuliner ini menjadi magnet tersendiri, membuat wisatawan betah berlama-lama di Pulau Belakang Padang.
“Yukk, berwisata sambil berburu kuliner diakhir pekan atau bercuti di Pulau Belakang Padang,” tutur Abdul Hanafi, SE.
Dengan perpaduan rasa otentik, bahan-bahan lokal, serta suasana kampung yang tenang dan ramah, Belakang Padang tidak hanya memanjakan mata, tapi juga lidah. Tak heran jika kawasan ini semakin ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman kuliner yang berbeda dari hiruk-pikuk kota.





