Batam | Wakil Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Didit Herdiawan Ashaf, optimistis pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Batam, Kepulauan Riau, mampu meningkatkan pendapatan sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan kolaborasi antarnelayan.
Batam menjadi salah satu daerah yang memperoleh tiga lokasi pembangunan KNMP, yakni di Sekanak Raya, Pulau Kasu, dan Sembulang. Ketiga kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan yang terintegrasi.
“Kemarin kami sudah meninjau KNMP Sekanak Raya, dan hari ini saya titip kepada masyarakat di sekitar KNMP Batam untuk merawatnya dengan baik dan bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih. Harapannya pendapatan nelayan yang tadinya mungkin sedikit bisa menjadi lebih meningkat,” kata Didit, Selasa (7/7).
Selain membangun infrastruktur kawasan pesisir, KKP juga akan mengembangkan program budidaya ikan tematik di setiap Kampung Nelayan Merah Putih. Program tersebut diharapkan mampu menghubungkan potensi kawasan pesisir dengan wilayah sekitarnya sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling mendukung.
“Di sinilah nanti terjadi kerja sama antara kawasan pesisir dengan daerah lainnya sehingga terjadi peningkatan pendapatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Didit, pembangunan KNMP tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga menjadi model pengembangan ekonomi berbasis sektor kelautan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.
“Tahun ini kami sudah menyelesaikan sekitar 100 Kampung Nelayan Merah Putih sebagai model. Pengembangannya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah,” katanya.
Sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah terlebih dahulu melaksanakan asesmen untuk memastikan status lahan telah memenuhi prinsip clear, clean, and free. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan program berjalan lancar tanpa kendala hukum maupun administrasi.
Didit menegaskan, pendampingan terhadap masyarakat tidak berhenti setelah pembangunan selesai. KKP akan menurunkan tim penyuluh, pendamping, dan pengawas agar Kampung Nelayan Merah Putih dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Setelah pembangunan tidak kami tinggalkan. Ada tim penyuluh, tim pendamping, dan tim pengawas agar kampung nelayan ini benar-benar berjalan dan menjadi bagian dari peningkatan pendapatan masyarakat nelayan,” ujarnya.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan nelayan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.
“Target ini harus bisa dilaksanakan dan operasional, serta harus bisa menyentuh masyarakat nelayan. Di samping meningkatkan pendapatan, juga untuk meningkatkan asupan protein untuk masyarakat sekitar,” kata Didit.
Ia menambahkan, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih juga diharapkan memperkuat rantai pasok bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih.
Dengan hadirnya tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Batam, pemerintah berharap kesejahteraan nelayan terus meningkat sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah kepulauan.
Pewarta: Eko





