Sekolah Lansia Penawar Rindu, Ruang Lansia Belakang Padang Tetap Aktif di Usia Senja

Batam | Peringatan Hari Ibu ke-98 tingkat Kota Batam tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat lanjut usia (lansia).

Semangat itu terlihat dalam kunjungan ke Sekolah Lansia Penawar Rindu di Kecamatan Belakang Padang, Selasa (29/9). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Nasional Belakang Padang tersebut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam, Erdawati Firmansyah, yang mewakili Ketua TP-PKK Kota Batam, Hj. Erlita Sari Amsakar.

Bacaan Lainnya

Kehadirannya beserta jajaran di tengah para lansia tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ibu. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memberikan perhatian sekaligus mendorong para lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat lansia SMART, yakni mendorong masyarakat lanjut usia tetap memiliki kesempatan untuk beraktivitas, bersosialisasi dan menjalani masa tua secara sehat serta bermakna.

Di usia senja, para lansia diharapkan tidak hanya mendapatkan perhatian dalam bentuk bantuan, tetapi juga memperoleh ruang untuk tetap berinteraksi dan terlibat dalam berbagai kegiatan di tengah masyarakat.

Upaya tersebut turut diperkuat Pemerintah Kota Batam melalui berbagai program sosial. Salah satunya bantuan sosial bagi 4.000 lansia dengan nilai Rp400.000 per orang setiap bulan.

Perhatian terhadap lansia juga terlihat dalam kegiatan di Belakang Padang. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam menyalurkan sebanyak 100 paket sembako kepada para lansia yang mengikuti kegiatan Sekolah Lansia Penawar Rindu.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus membantu meringankan kebutuhan para lansia.

Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, M.Pd.I, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua DWP Kota Batam, Erdawati Firmansyah.

Tidak hanya menerima bantuan, para lansia juga diajak mengikuti senam bersama. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran sekaligus membangun suasana kebersamaan di antara peserta Sekolah Lansia Penawar Rindu.

Camat Belakang Padang Abdul Hanafi, SE., turut mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada para lansia di wilayahnya.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan perhatian langsung kepada para lansia. Sekolah Lansia Penawar Rindu bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, sehat dan bersosialisasi,” ujar Camat Belakang Padang, Abdul Hanafi di sela kegiatan tersebut.

Menurutnya, perhatian terhadap lansia di Kecamatan Belakang Padang diharapkan dapat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial, kesehatan maupun pemberdayaan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perhatian kepada lansia tidak sebatas pada pemberian bantuan. Kehadiran ruang interaksi, aktivitas fisik dan kegiatan sosial juga menjadi bagian penting agar para lansia tetap merasa dihargai dan memiliki peran di tengah masyarakat.

Sekolah Lansia Penawar Rindu pun menjadi salah satu ruang bagi para lansia di wilayah pesisir Batam untuk tetap berkegiatan, bersilaturahmi dan menjaga semangat menjalani masa tua.

Pada akhirnya, kepedulian terhadap lansia bukan hanya tentang bagaimana memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga bagaimana memastikan mereka tetap sehat, aktif, dihargai dan dapat menikmati masa tua dengan bahagia.

 

 

Reporter : M. Yusuf Suhaili
Editor : Zaki

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *