Jazz Go to Island: Nada Dunia yang Menyapa Anak Pelajar di Belakang Padang

Belakang Padang | Alunan nada jazz yang hangat dan dinamis mulai merambat ke ruang-ruang belajar anak pulau. Melalui program bertajuk “Jazz Go to Island”, Batam Jazz Society menghadirkan sebuah workshop sosialisasi jazz khusus untuk pelajar di beberapa sekolah di Belakang Padang.

Bacaan Lainnya

Kegiatan perdana ini digelar di Kedai Pelataran Kedai Kopi Ameng, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Belakang Padang, menghadirkan suasana santai namun penuh semangat. Meja-meja kopi menjadi saksi bagaimana para pelajar, guru, dan musisi duduk bersama, menyimak, dan mencoba memainkan nada-nada jazz untuk pertama kalinya.

Rian, perwakilan Batam Jazz Society, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal memperkenalkan musik jazz kepada generasi muda di pulau-pulau terluar.

“Untuk tahap awal, kita mulai dari Belakang Padang. Setelah itu, bulan depan kami akan ke Tanjung Pinang, dilanjutkan ke Karimun, dan berikutnya Bintan. Kami ingin nada jazz ini sampai ke setiap sudut pulau,” ungkapnya.

Menurut Rian, jazz bukan sekadar genre musik, melainkan bahasa universal yang dapat menyatukan banyak perbedaan. “Kami berharap anak-anak pelajar di Belakang Padang juga bisa menjadikan jazz sebagai bahasa general dunia. Kita tahu, modernisasi dan dunia digital kini semakin dekat, jadi penting ada pembekalan agar anak-anak tetap terbuka terhadap dunia, sambil tetap membawa kultur asli kita. Musik bisa menjadi jembatan itu,” ujarnya penuh semangat, Rabu (14/8/2025)

Workshop ini tidak hanya mengajarkan teori dasar jazz, tetapi juga mengajak siswa mencoba memainkan ritme-ritme khasnya. Dengan instrumen sederhana dan metode interaktif, suasana belajar menjadi menyenangkan, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali mengenal jazz.

Kahiril, salah satu siswa SMAN 2 Batam yang turut hadir, mengaku terkesan dengan pengalaman ini. “Awalnya saya pikir jazz itu musik yang rumit dan hanya untuk orang-orang tertentu. Tapi setelah ikut workshop ini, ternyata jazz itu bisa dibawa santai, enak, dan bisa mengungkapkan perasaan tanpa banyak kata. Saya jadi pengen belajar lebih dalam, apalagi kalau bisa bikin grup jazz di sekolah,” ucapnya sambil tersenyum.

Dengan semangat berbagi dan mengedepankan harmoni, “Jazz Go to Island” diharapkan menjadi gerakan yang tidak hanya memperkenalkan musik, tetapi juga membentuk generasi muda pulau yang percaya diri berbicara dengan dunia melalui nada. Karena di balik setiap denting melodi, ada cerita, budaya, dan jati diri yang ikut mengalun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *