Batam | Persoalan air bersih di wilayah Tanjung Sengkuang menjadi perhatian serius Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra. Komitmen tersebut ditegaskan Amsakar saat menghadiri kegiatan Halalbihalal tingkat Kecamatan Batuampar di halaman Kantor Lurah Tanjung Sengkuang, Jumat (3/4/2026) malam.
Dalam sambutannya, Amsakar mengakui bahwa meskipun sejumlah indikator makro pembangunan Kota Batam menunjukkan tren positif, persoalan mendasar yang langsung dirasakan masyarakat—seperti air bersih, persampahan, dan banjir—masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.
“Air bersih, persampahan, dan banjir adalah isu yang langsung dirasakan masyarakat. Khusus Tanjung Sengkuang dan sekitarnya, kami telah menyiapkan langkah konkret,” ujarnya.
Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah peningkatan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Dam Sungai Ladi. Kapasitas yang sebelumnya 50 liter per detik ditingkatkan menjadi 100 liter per detik. Upaya ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi kawasan Jodoh, Nagoya, Batuampar, hingga Bengkong.
Selain itu, Pemerintah Kota Batam juga mendorong keterlibatan pihak swasta, termasuk PT Moya Indonesia, guna mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.
Di hadapan ratusan warga, Amsakar juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan serta memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan Batam. Momentum Halalbihalal, menurutnya, menjadi ruang untuk menyatukan visi sekaligus menghapus sekat perbedaan.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan bersama Wakil Wali Kota Batam, kami memohon maaf lahir dan batin. Mari kita bersihkan hati dan bangun Batam dengan semangat kebersamaan,” ucapnya.
Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai positif pasca-Ramadan serta menjauhi prasangka negatif yang dapat menghambat persatuan.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam dalam satu tahun terakhir. Realisasi investasi tercatat mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 98,3 menjadi 98,8.
Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Batam bahkan masuk dalam enam besar kota nominator nasional dalam upaya penurunan tingkat pengangguran terbuka.
Usai kegiatan Halalbihalal, Amsakar meresmikan Kantor Lurah Tanjung Sengkuang yang ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur dan kebersamaan.
Pewarta : Lia





