Batam | Tarawih merupakan ibadah sunah muakadah, begitu dianjurkan untuk dikerjakan umat Islam di bulan Ramadhan. Tarawih dapat dilaksanakan secara berjemaah maupun munfarid di rumah.
Akan tetapi, tetap yang paling utama, Tarawih dikerjakan dengan berjemaah di masjid, musala, dan sebagainya. Dalam sebuah hadis, dijelaskan Tarawih berjemaah memiliki keutamaan seperti shalat sunah malam satu malam penuh sebagai berikut:
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
Arab Latinnya:
Innahu man qooma ma’al imami hatta yasharifa kutiba lahu qiyaamu lailatan.
Artinya:
“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh,” (HR. Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Tirmidzi).
Di sisi lain, tidak ada perbedaan mengenai fadhilah keutamaan shalat Tarawih di malam ke berapa pun. Setiap malam dari pelaksanaan Tarawih bersifat utama dan istimewa.
Oleh sebab itu, ketika tidak ada kepentingan mendesak, sholat Tarawih seyogianya dilaksanakan di malam Ramadhan. Dalam sebuah riwayat hadis, dijelaskan bahwa shalat Tarawih mampu menghapus dosa yang telah lalu sebagai berikut:
يمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Arab Latinnya:
Man qooma ramadhana iimanan wahtisaaban ghufiro lahu maa taqoddama min dzambihi.
Artinya:
“Barangsiapa ibadah [tarawih] pada Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau,” (HR. Bukhari dan Muslim).




















