Batam | Timbalan Panglima Markas Besar Pasukan Gagak Hitam, Alfret Amung, angkat bicara menanggapi beredarnya informasi dan tuduhan yang menyebut Panglima Besar Pasukan Adat Gagak Hitam, Arba Udin atau yang akrab disapa Udin Pelor, sebagai pengkhianat bangsa Melayu.
Alfret menegaskan, tuduhan serius tersebut tidak sepatutnya dilontarkan secara sembarangan, terlebih jika disebarluaskan tanpa disertai bukti dan dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengecam segala bentuk penyebaran berita bohong, fitnah, maupun provokasi yang berpotensi merusak hubungan persaudaraan serta memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Jangan membangun opini publik dengan fitnah dan tuduhan yang tidak bertanggung jawab. Jika memang ada persoalan atau perbedaan pandangan, sampaikan secara terbuka, beradab, dan berdasarkan fakta. Jangan menjadikan media sosial sebagai tempat menghakimi seseorang tanpa proses klarifikasi,” tegas Alfret.
Menurutnya, bangsa Melayu memiliki kehormatan, adat, dan marwah yang harus dijaga bersama. Karena itu, identitas dan kehormatan bangsa Melayu tidak sepatutnya dijadikan alat untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, apalagi digunakan untuk menjatuhkan pihak lain.
Ia juga meminta pihak-pihak yang membuat dan menyebarkan tuduhan tersebut agar berani menunjukkan bukti serta memberikan klarifikasi atas informasi yang telah disampaikan kepada publik.
Alfret menegaskan, apabila tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan dan ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, pihaknya tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Berbeda pendapat bukan berarti berkhianat. Kritik bukan pengkhianatan. Jangan sampai fitnah merusak persaudaraan dan marwah organisasi. Mari kita jaga kehormatan bangsa Melayu dengan sikap bijak, beradab, dan bertanggung jawab,” tutup Alfret Amung.
Wartawan: Eko





