Cegah Ibu Hamil Luput dari Pantauan, Pemko Batam Luncurkan BALAPAN BUMIL Berbasis Barcode

Batam | Pemerintah Kota (Pemko) Batam menghadirkan inovasi baru untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Melalui program BALAPAN BUMIL (Barcode Lapor Temukan Ibu Hamil), masyarakat kini dapat melaporkan keberadaan ibu hamil yang belum terdata di fasilitas kesehatan hanya dengan memindai barcode.

Inovasi yang digagas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam ini bertujuan mempercepat pendataan sekaligus memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pemantauan dan pelayanan medis secara tepat waktu.

Bacaan Lainnya

Peluncuran BALAPAN BUMIL dilakukan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Suhar, di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Kampanye Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Melalui sistem barcode, kader Posyandu, bidan, maupun masyarakat dapat menyampaikan informasi mengenai keberadaan ibu hamil di lingkungan masing-masing. Laporan yang diterima akan menjadi dasar bagi petugas kesehatan untuk melakukan pendataan dan menindaklanjuti ibu hamil yang belum terjangkau pelayanan fasilitas kesehatan.

Untuk tahap awal, inovasi ini diterapkan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Baja dan Tiban Baru.

Setelah terdata, ibu hamil diharapkan segera mendapatkan pelayanan antenatal care (ANC) secara lengkap dan tepat waktu. Pemeriksaan ANC penting untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan janin, sekaligus mendeteksi potensi risiko maupun komplikasi kehamilan sejak dini.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Suhar, mengapresiasi inovasi yang digagas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batam, dr. Agnes Sintalia Saing, M.K.K.K., bersama jajarannya.

Menurut Suhar, penggunaan teknologi sederhana seperti barcode dapat menjadi solusi konkret untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama dalam memastikan tidak ada ibu hamil yang terlewat dari pendataan.

“Melalui inovasi ini, kita berharap tidak ada lagi ibu hamil yang luput dari pendataan dan pemantauan. Saya berharap BALAPAN BUMIL dapat diterapkan lebih luas sehingga pelayanan kesehatan ibu semakin optimal dan angka kematian ibu di Kota Batam dapat ditekan,” ujarnya dikutip, Minggu (8/11).

Peluncuran inovasi tersebut diikuti sekitar 300 warga. Sejumlah unsur lintas sektor turut hadir, di antaranya perwakilan Kecamatan Lubuk Baja dan Batu Ampar, para lurah, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta jajaran Dinkes Kota Batam.

Selain peluncuran BALAPAN BUMIL, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas edukasi dan pelayanan kesehatan. Mulai dari senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi gizi seimbang, hingga sosialisasi pencegahan penyakit tidak menular (PTM).

Masyarakat juga mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG), termasuk pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil.

Melalui keterlibatan aktif kader Posyandu dan masyarakat, Pemko Batam berharap pendataan ibu hamil semakin optimal. Dengan begitu, ibu hamil yang sebelumnya belum terpantau dapat segera ditemukan, mendapatkan pemeriksaan, serta memperoleh pendampingan kesehatan hingga persalinan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *