Inovasi Pembelajaran STEM di SMAN 2 Batam: Prototype Alat Pendeteksi Kecepatan Angin Berbasis Mikrokontroler

Belakang Padang | SMAN 2 Batam kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melalui pengembangan prototype alat pendeteksi kecepatan angin yang dirancang oleh siswa. Alat ini menggunakan teknologi mikrokontroler sebagai inti sistemnya, mencerminkan integrasi antara teori dan praktik dalam dunia pendidikan.

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Triyono, S.Pd, selaku guru pembimbing sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Ia menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan zaman dan membangun masa depan generasi muda di tengah dinamika global.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menjawab zaman dan membangun masa depan dengan tantangan global saat ini,” ujar Triyono, Kamis (9/10)

Antusiasme siswa terlihat tinggi selama proses perancangan dan uji coba alat. Mereka terlibat aktif dalam diskusi teknis, pemrograman mikrokontroler, hingga pengujian alat di lapangan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga melatih kerja tim dan problem solving.

Kepala Sekolah Ade Karnesyah, S.S., M.Pd turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini sebagai ajang pembelajaran yang relevan dan kontekstual bagi siswa,” ungkapnya.

Dengan adanya proyek ini, SMAN 2 Batam berharap dapat menjadi pelopor dalam pengembangan pembelajaran STEM di tingkat sekolah menengah, sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi era teknologi dan inovasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *