Belakang Padang | Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang menggelar kegiatan Media Gathering sebagai upaya memperkuat sinergi komunikasi publik dan optimalisasi penyebaran informasi keimigrasian kepada masyarakat melalui media publikasi serta platform digital.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (19/5) tersebut dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang cepat, akurat, transparan, dan edukatif kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi semangat “Imigrasi untuk Rakyat”.

Menurut Guntur, media publikasi memiliki peran strategis dalam membangun citra positif institusi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian. Karena itu, hubungan dan koordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk media massa, perlu terus diperkuat guna menciptakan penyampaian informasi yang efektif dan membangun kolaborasi yang baik dengan berbagai pihak.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi terhadap pengelolaan media sosial Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang yang dinilai aktif, informatif, dan konsisten dalam menyampaikan informasi pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan Media Gathering ini turut menjadi wadah koordinasi, evaluasi, serta penguatan strategi komunikasi publik di lingkungan keimigrasian, khususnya dalam menghadapi perkembangan arus informasi digital yang semakin cepat.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang, Tedy Wibisono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarpegawai dalam mendukung keterbukaan informasi publik, sekaligus meningkatkan kualitas publikasi kegiatan dan pelayanan keimigrasian.
“Melalui kegiatan ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik dan pelayanan informasi keimigrasian yang profesional, transparan, dan terpercaya kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Guntur juga menyampaikan pesan dan kesannya terhadap kondisi pelayanan di lingkungan Imigrasi Belakang Padang. Ia mengaku terkesan dengan fasilitas yang dimiliki Kantor Wilayah maupun Kantor Imigrasi Belakang Padang yang dinilai sudah cukup mumpuni. Meski demikian, menurutnya kondisi tersebut tidak boleh membuat jajaran imigrasi cepat merasa puas.
“Untuk pesan dan kesan, kalau dari sisi kesan terlebih dahulu, saya melihat fasilitas di Kantor Wilayah maupun Kantor Imigrasi Belakang Padang ini sudah sangat mumpuni. Namun demikian, kita tentu tidak bisa langsung menganggap fasilitas yang ada saat ini sudah sepenuhnya layak dan sempurna,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kritik dan masukan dari masyarakat maupun media memiliki peran penting sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, saran yang membangun justru menjadi dorongan bagi jajaran imigrasi untuk terus berbenah dan berinovasi.
“Kami juga membutuhkan masukan dari masyarakat terkait sarana dan prasarana guna meningkatkan kualitas pelayanan di Kantor Imigrasi Belakang Padang. Dengan adanya kritik dan saran, baik dari masyarakat maupun rekan-rekan media, hal itu justru menjadi dorongan bagi kami untuk terus berbenah dan berinovasi agar dapat memberikan pelayanan yang semakin baik ke depannya,” kata Guntur.
Ia pun mengingatkan seluruh jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang agar selalu mengedepankan profesionalisme dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pesan saya kepada seluruh jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjungpinang, kita adalah pelayan masyarakat. Karena itu, bekerjalah secara profesional, penuh tanggung jawab, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, Imigrasi tidak membutuhkan pujian semata, melainkan evaluasi dan kritik membangun dari masyarakat maupun pengguna layanan agar kualitas pelayanan dapat terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.
Selain menyoroti pelayanan publik, Guntur juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan wilayah perbatasan. Ia menilai posisi strategis Belakang Padang yang berada di wilayah pesisir dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka menjadikan kawasan tersebut memiliki peran penting dalam pengawasan lalu lintas keimigrasian.
“Wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka memiliki posisi yang sangat strategis. Karena itu, saya berharap Kantor Imigrasi Belakang Padang dapat terus menjaga wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan Selat Malaka, melalui pengawasan keimigrasian yang optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh alat angkut, baik domestik maupun internasional, harus berada dalam pengawasan keimigrasian guna mencegah terjadinya pelanggaran di wilayah perbatasan. Menurutnya, potensi strategis Belakang Padang harus dimaksimalkan agar Imigrasi dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan jalur laut perbatasan Indonesia.
Di sisi lain, Guntur juga menilai sarana operasional laut masih perlu ditingkatkan. Ia menyoroti penggunaan speed boat standar yang dinilai belum cukup optimal untuk mendukung operasi gabungan maupun patroli keimigrasian di wilayah perairan.
“Kami berharap ke depan sarana operasional dapat lebih ditingkatkan. Menurut saya, fasilitas tersebut tentu belum cukup optimal apabila digunakan dalam kegiatan operasi gabungan maupun operasi keimigrasian di wilayah perairan,” katanya.
Karena itu, ia berharap Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dan pihak terkait dapat mengupayakan pengadaan kapal operasional yang lebih layak dan memadai guna mendukung patroli pengawasan di wilayah perbatasan.
Guntur juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Direktur Jenderal Imigrasi, ke depan Imigrasi Indonesia akan mendapatkan bantuan kapal dari Pemerintah Jepang. Salah satu kapal tersebut direncanakan untuk mendukung operasional patroli keimigrasian di wilayah Kepulauan Riau.
“Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan kerja sama dan kolaborasi antara Kantor Imigrasi Batam, Kantor Imigrasi Belakang Padang, serta jajaran terkait lainnya dapat semakin ditingkatkan melalui operasi rutin dalam rangka menjaga wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga,” tutupnya.
Pewarta : M. Yusuf Suhaili





