Batam |
Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ
Wa qoola Rabbukumud ‘uuniii astajib lakum; innal laziina yastakbiruuna an ‘ibaadatii sa yadkhuluuna jahannama daakhiriin
Artinya:
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Ghafir: 60)
Pada ayat ini, Allah memerintahkan agar manusia berdoa kepada-Nya. Jika kita berdoa, niscaya Dia akan memperkenankan doa itu. Kemudian dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Aisyah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda yang maknanya:
“Nabi saw ditanya orang, ‘Ibadah manakah yang paling utama? Beliau menjawab, ‘Doa seseorang untuk dirinya.” (Riwayat al-Bukhari)
Berdasarkan hadis di atas, maka doa dalam ayat ini dapat diartikan dengan ibadah. Lalu kapan saja waktu yang mustajab agar doa-doa kita dikabulkan?
Di antara waktu-waktu tersebut yakni antara azan dan ikamah, jelang sore hari, usai Salat Subuh, saat Salat Jumat, antara khotbah pertama dan kedua Salat Jumat, saat turunnya hujan, saat dizalimi orang lain, dan saat Ramadhan.
Bertepatan dengan bulan Ramadhan yang merupakan bulan mulia dan termasuk salah waktu mustajab berdoa, maka kita dapat meningkatkan semangat berdoa di bulan ini.
Berdoa yang dimaksud tentu saja dilakukan dengan niat yang ikhlas memohon kepada Allah SWT dan bersungguh-sungguh sembari memohon ampunan atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan di masa lalu.
Dalam artikel Misliyani berjudul “Waktu-Waktu yang Mustajab untuk Berdoa” dituliskan bahwa pada bulan Ramadhan, ada banyak keberkahan yang bisa peroleh, salah satunya adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa ketika sedang berbuka. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:
“Ada tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi)
Kemudian pada saat malam Lailatulqadar juga menjadi waktu yang mustajab terkabulnya doa. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah SWT:
“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS Al-Qadr [97]: 3).
Pada malam ini, kita dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah r.a:
“Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar?’ Beliau bersabda, “Berdoalah Allâhumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwâ fa’fu ‘annî (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku’).” (HR. Tirmidzi)
Selain pada waktu berbuka puasa dan malam Lailatulqadar, waktu mustajab di bulan Ramadhan untuk berdoa antara lain ketika sepertiga malam terakhir, saat azan berkumandang, ketika sujud dalam salat, hari Jumat, ketika turun hujan, dan saat kondisi hati sedang tenang.




















